Jumat, 19 Desember 2014

DOUBLE REFRESHING !!!!!

 PANTAI INDRAYANTI: BERCENGKRAMA BERSAMA BIDADARI SELENDANG BIRU


         Pantai Indrayanti bak bidadari yang memukau para pecinta wisata pantai. pantai ini terletak di pesisir selatan provinsi Jogjakarta tepatnya di kabupaten Gunungkidul. Masih satu deretan dengan pantai Baron, pantai Kukup, pantai krakal dan pantai Sundak. Pantai ini baru terkenal pada beberapa tahun terakhir ini. Maklum, dulunya pantai ini tidak dikelola secara profesional. Kini, dengan pengelola swasta yang juga mengelola RUmah Makan Indrayanti menyulap Pantai Pulang Syawal ini tidak kalah dengan Pantai Kuta Bali.
         Pantai Pulang Syawal adalah nama yang lazim dikenal warga setempat. Nama Indrayanti bisa dibilang kebetulan saja. Karena banyaknya pengunjung dan tidak ada papan nama yang jelas selain nama Cafe, maka disebutlah Indrayanti sebagai nama pantai tersebut. Pantai Indrayanti tepatnya berada di desa Tepus, Wonosari, Gunungkidul, DIY. 
Boleh dikatakan, ketenaran Pantai Indrayanti telah mengalahkan pantai Baron dan pantai kukup yang lebih dulu dikenal sebagai pantai wisata. Boleh jadi karena kenyamanan juga. Di pantai Indrayanti, jangan coba-coba buang sampah sembarangan jika tidak mau kena denda Rp 10.000,- Denda ini semata-mata dikenakan demi menjaga kebersihan pantai sehingga wisatawan merasa nyaman.
Jika anda ingin menghabiskan malam di Indrayanti tak perlu khawatir karena telah disediakan penginapan dengan berbagai view dan pilihan harga.Konsep penginapannya adalah kembali ke alam (back to nature).Penginapan berukuran besar disetting di bawah bukit. Sedang yang berupa rumah panggung dan gubug berada di bibir pantai.
       Sambil menikmati keindahan panorama karunia Tuhan di pantai Indrayanti ini, anda bisa menyewa jetski untuk mengarungi ombaknya. Payung-payung disediakan di sepanjang bibir pantai dengan sewa Rp 20.000,- sepuasnya. Di pantai Indrayanti, anda akan disuguhi keindahan pemandangan alam yang memadukan pantai pasir putih, bukit karang, dan jernihnya air pantai berwarna biru.
      Tiekt masuk ke wilayah pantai ini super murah. Hanya dengan Rp 5.000,- orang, ana sudah bisa menikmati pantai Baron, pantai Krakal, paktai Kukup, pantai Sepanjang, pantai SUndak, dan pantai Drini.
Saat ini sudah tidak susah untuk mencari rute ke pantai Indrayanti. Selain karena memang sudah terkenal, papan petunjuk juga memberikan arahan yang jelas. Dari Jogjakarta, ikuti saja jalan mengarah ke WOnosari. Setelah lewat batas kota Jogja-Gunungkidul, tidak jauh dari situ ada rambu-rambu DLLAJ berwarna hijau menunjukkan arah belok kanan untuk menuju ke Pantai Indrayanti. Dari loket retribusi kendaraan, jaraknya sekitar 9 km saja. Jika maih punya waktu, coba juga serunya menyusuri sungai dalam gua yang ada di Gua Pindul.
 
         Sebagai tempat wisata berkelas, anda bisa menggunakan beberapa fasilitas yang disediakan oleh pengelola seperti pondok penginapan, kamar mandi, gazebo, pondok panggung, mushola, dan tempat parkir. Jangan heran jika ditarik ongkos sewa karena memang fasilitas umum memerlukan perawatan.

REFRESHING !!!!

Gua Pindul: Petualangan Mengarungi Sungai Bawah Tanah yang Sarat Kisah

          Gua Pindul adalah objek wisata berupa gua yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Gua Pindul dikenal karena cara menyusuri gua yang dilakukan dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai bawah tanah di dalam gua, kegiatan ini dikenal dengan istilah cave tubing.Aliran sungai bawah tanah dimulai dari mulut gua sampai bagian akhir gua, di dalam gua terdapat bagian sempit yang hanya bisa dilewati satu ban pelampung, sehingga biasanya wisatawan akan bergantian satu per satu untuk melewati bagian ini. Panjang gua Pindul adalah 350 meter dengan lebar 5 meter dan jarak permukaan air dengan atap gua 4 meter. Penelusuran gua Pindul memakan waktu kurang lebih selama satu jam yang berakhir pada sebuah dam. Aliran sungai yang berada di dalam Gua Pindul berasal dari mata air Gedong Tujuh. Obyek wisata Gua Pindul diresmikan pada 10 Oktober 2010.


        Rasakan sensasi pelusuran sungai di dalam gua menggunakan ban pelampung. Sambil menyusuri gelapnya lorong gua yang berhiaskan stalaktit dan stalagmit yang indah, Anda juga akan disodori dengan legenda pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya.

        Menyusuri sungai menggunakan perahu karet merupakan hal yang biasa, namun jika sungai itu mengalir di dalam gua tentu saja akan menjadi petualangan yang mengasyikkan sekaligus menegangkan. Gua Pindul, salah satu gua yang merupakan rangkaian dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, menawarkan sensasi petualangan tersebut. Selama kurang lebih 45 - 60 menit wisatawan akan diajak menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 m menggunakan ban pelampung. Petualangan yang body rafting dan caving ini dikenal dengan istilah cave tubing memadukan aktivitas.

        Tidak diperlukan persiapan khusus untuk melakukan cave tubing di Gua Pindul. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban pelampung, life vest, serta head lamp yang semuanya sudah disediakan oleh pengelola. Aliran sungai yang sangat tenang menjadikan aktivitas ini aman dilakukan oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Waktu terbaik untuk cave tubing di Gua Pindul adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Selain karena airnya tidak terlalu dingin, jika cuaca sedang cerah pada jam-jam tersebut akan muncul cahaya surga yang berasal dari sinar matahari yang menerobos masuk melewati celah besar di atap gua


       Sambil merasakan dinginnya air sungai yang membelai tubuh di tengah gua yang minim pencahayaan, seorang pemandu bercerita tentang asal-usul penamaan Gua Pindul. Menurut legenda yang dipercayai masyarakat dan dikisahkan turun temurun, nama Gua Pindul dan gua-gua lain yang ada di Bejiharjo tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menjelajahi hutan lebat, gunung, dan sungai, Joko Singlulung pun memasuki gua-gua yang ada di Bejiharjo. Saat masuk ke salah satu gua mendadak Joko Singlulung terbentur batu, sehingga gua tersebut dinamakan Gua Pindul yang berasal dari kata pipi gebendu.

        Selain menceritakan tentang legenda Gua Pindul, pemandu pun akan menjelaskan ornamen yang ditemui di sepanjang pengarungan. Di gua ini terdapat beberapa ornamen cantik seperti batu kristal, moonmilk, serta stalaktit dan stalagmit yang indah. Sebuah pilar raksasa yang terbentuk dari proses pertemuan stalaktit dan stalagmit yang usianya mencapai ribuan tahun menghadang di depan. Di beberapa bagian atap gua juga terdapat lukisan alami yang diciptakan oleh kelelawar penghuni gua. Di tengah gua terdapat satu tempat yang menyerupai kolam besar dan biasanya dijadikan tempat beristirahat sejenak sehingga wisatawan dapat berenang atau terjun dari ketinggian. Tatkala YogYES masih menikmati indahnya ornamen gua di sela bunyi kepak kelelawar dan kecipak air, mendadak pengarungan sudah sampai di mulut keluar gua. Bendungan Banyumoto yang dibangun sejak jaman Belanda dengan latar belakang perbukitan karst pun menyambut.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Gua_Pindul
http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/sport-and-adventure/cave-tubing-pindul/



RESUME MATERI BAHASA INDONESIA KELAS 8 KUR. 2013 SEMESTER 1



TEKS MORAL/FABEL

A.    Teks Moral
Secara etimologis fabel berasal dari bahasa latin fabulat. Cerita fabel merupaka cerita tentang kehidupan binatang yang berprilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Cerita fabel sering disebut juga cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral.

Struktur teks fabel:
1.      Orientasi
Bagian yang menunjukkan bagian awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa itu terjadi, berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang dan suasana terjadinya peristiwa.
2.      Komplikasi
Peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik
3.      Resolusi
Solusi dari berbagai konflik yang dialami tokoh
4.      Koda
Perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita.

Cirri-ciri umum dan karakteristik fabel:
1.      Menggunakan tokoh hewan dalam penceritaannya
2.      Hewan yang sebagai tokoh utama dapat berprilaku seperti manusia
3.      Menunjukkan penggambaran moral/unsur moral dan karakter manusia dan kritik tentang kehidupan di dalam cerita.
4.      Penceritaaan yang pendek.
5.      Menggunakan pilihan kata yang mudah.
6.      Dalam cerita fabel, paling baik yang diceritakan adalah antara karakter manusia yang lemah dan kuat.
7.      Menggunakan setting alam

Fungsi teks cerita moral
1.      Memberikan nilai-nilai moral
2.      Merangsang imajinasi dan kreativitas
3.      Mengembangkan emosi

Kaidah kebahasaan teks fabel
1.      Menggunakan kata kerja
2.      Menggunakan kata sandang Si dan Sang
3.      Menggunakan kata keterangan tempat dan waktu
4.      Menggunakan kata hubung lalu, kemudian akhirnya

Tayangan media pembelajaran:

B.     Membedakan Teks Fabel dengan Teks Deskripsi
       Untuk membedakan teks biografi dengan teks fabel dapat dilihat dari segi: Struktur teks dan Fitur bahasa.
1.      Struktur teks biografi dan struktur teks fabel
-          Struktur teks fabel meliputi orientasi (pengenalan tokoh/ binatang), komplikasi (munculnya masalah), resolusi (pemecahan masalah) dan koda (bagian akhir/ amanat).
-          Struktur teks deskripsi meliputi identifikasi (berisi ciri, benda, tanda, dan sebagainya yang ada di dalam teks tersebut), klasifikasi (berisi pengelompokan menurut jenis, kelompok dsb), deskripsi bagian (berisi tentang gambaran-gambaran bagian did lam teks tersebut)
2.      Fitur bahasa
-          Teks deskripsi menggunakan fitur bahasa factual yang bararti sesuai dengan kenyataan.
-          Teks fabel menggunakan fitur bahasa dalam kehidupan sehari-hari yang berarti bersifat imajinatif atau khayalan.

C.    Menyusun Teks Fabel
Langkah-langkah menyusun teks :
1.      Menentukan tokoh
2.      Menentukan sifat atau karakter sesuai dengan tokoh yang dipilih
3.      Membuat kerangka pertanyaan
4.      Mengembangkan dalam bentuk ide pokok
5.      Menyusun seseuai struktur teksnya

D.    Mengklasifikasikan Teks Fabel
Berdasarkan jenisnya dibagi menjadi 2 yaitu: Teks fabel fantasi dan Teks fabel fiksi ilmiah

1.      fabel fantasi panjang ceritanya sangat pendek. sedangkan fabel fiksi ilmiah bisa pendek dan juga bisa panjang.
2.      fabel fantasi temanya sederhana (yaitu bertema : kejahatan selalu kalah melawan kebaikan). sedangkan fabel fiksi ilmiah temanya lebih rumit (bisa bertema teknologi atau modern)
3.       isi dari fabel fantasi sangat kental dengan petuah atau moral. sedangkan fabel fiksi ilmiah kadang berbentuk epik atau saga. yaitu tentang kepahlawanan.
4.      pada fabel fantasi, sifat hewani masih melekat. meskipun kadang kadang ada yang melakukan hal yang dilakukan manusia (misalnya : bicara, dll). sedangkan fabel fiksi ilmiah memiliki karakter yang unik dari masing masing tokoh. meskipun dalam cerita masih berperan sebagai binatang (misalnya : bekerja, dll)
5.      latar tempat yang dipakai masih alami (habitatnya masih alami. seperti hutan, taman, kebun, dll). sedangkan fabel fiksi ilmiah menggunakan latar tempat yang unik dan modern. seperti kantor, mall, pasar, dll.
6.       pada fabel fantasi penggunaan bahasanya menggunakan bahasa POPULER. yaitu bahasa yang sudah beredar di kalangan umum. sedangkan pada fabel fiksi ilmiah penggunaan bahasanya menggunakan bahasa KAJIAN. yaitu penggunaan bahasa sesuai istilah istilah tertentu (seperti penggunaan istilah teknologi modern yang banyak dipakai pada teks fabel fiksi ilmiah).
7.      menurut pengertiannya, fabel fantasi adalah cerita khayalan yang murni dari pemikiran seseorang. sedangkan fabel fiksi ilmiah adalah cerita khayalan yang dibuat dengan memperhatikan hipotesis dan melalui penelitian.
8.      ada fabel fantasi menggunakan alur yang tertutup ( penyelesaian masalah sudah disediakan oleh pengarang). sedangkan fabel fiksi ilmiah menggunakan alur terbuka ( pembaca dapat menciptakan penyelesaian masalah dengan kekreatifannya).
9.      fabel fantasi biasa disebut "FABEL LAMA" atau "FABEL (saja)". sedangkan fabel fiksi ilmiah biasa disebut dengan sebutan "FABEL BARU"
10.  Pada fabel fantasi pengilustrasian hewan hanya pada sifatnya (misalnya : ular yang serakah, kupu kupu yang malas, dll). sedangkan fabel fiksi ilmiah hewan diilustrasikan semirip miripnya dengan manusia (misalnya : tikus punya rumah, katak naik mobil, dll)
11.   pada fabel fantasi kebanyakan nama pengarang tidak dicantumkan. sedangkan pada fabel fiksi ilmiah nama pengarang tidak diikut sertakan.

E.     Menelaah dan Merevisi Teks fabel
1.      Menelaah unsur kebahasaan teks fabel dengan cara mencari dan mendata unsur kebahasaan yang ada pada teks fabel yang sudah disediakan.

2.      Merevisi
Yaitu memperbaiki penggunaan huruf katipal dan kata hubung pada teks biografi yang disediakan dan menyusun kembali teks dengan benar.

F.     Mengidentifikasi Kekurangan Teks Fabel
Mencari kekurangan teks fabel dapat dilihat dari segi:
1.      Struktur teks
2.      Penggunaan ejaan pada teks
3.      Isi teks
4.      Penggunaan bahasa pada teks

G.    Meringkas Teks Fabel
Langkah-langkah meringkas meliputi:
1.      Membaca teks secara keseluruhan dari awal sampai akhir.
2.      Menggarisbawahi kata atau kalimat yang penting pada teks
3.      Menentukan ide pokok setiap paragraf pada teks
4.      Menuliskan pada potongan kertas agar mudah diingat
5.      Menulis ringkasan menjadi sebuah narasi


 
TEKS BIOGRAFI


A.    Teks Biografi

Teks biograaafi (biography) merupakan teks yang mengisahkan
tokoh atau pelaku, peristiwa, dan masalah yang dihadapinya. Biografi merupakan riwayat hidup seseorang atau tokoh yang ditulis oleh orang lain. Akan tetapi, jika riwayat hidup seseorang ditulis sendiri oleh orang tersebut, hasilnya disebut autobiografi

Ciri-ciri Teks Biografi:
1. Strukturnya terdiri atas: Orientasi, Peristiwa/ Masalah, dan Reorientasi.
2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual) dalam bentuk narasi.
3. Faktualnya berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang patut
diteladani.

Agar memudahkan kamu memahami teks biografi, ada empat hal yang harus kamu cermati, yaitu:
(1)  judul biografi,
(2)  hal menarik dan mengesankan yang ditampilkan dalam kehidupan tokoh,
(3)  hal mengagumkan dan mengharukan yang muncul dalam kehidupan tokoh, dan
(4)  hal yang dapat dicontoh dari kehidupan tokoh.

Struktur teks biografi :
1.      Orientasi
Bagian pengenalan tokoh, berisi gambaran awal tentang tokoh atau pelaku di dalam teks biografi
2.      Peristiwa dan Masalah
Bagian peristiwa atau kejadian yang dialami tokoh. Berisi peristiwa atau kejadian berisi penjelasan yang berisi peristiwa-peristiwa yang terjadi atau pernah dialami oleh tokoh, termasuk masalah yang dihadapinya dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. Hal yang menarik, mengesankan, mengagumkan, dan mengharukan yang dialami tokoh juga diuraikan dalam bagian peristiwa.
3.       Reorientasi
Bagian penutup, berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan. Reorientasi bersifat opsional, boleh ada, boleh juga tidak ada.

Unsur kebahasaan teks biografi :
1.      Kata Hubung
2.      Merujuk Kata
3.      Kata Kerja
4.      Waktu, aktivitas dan tempat

Keterangan :
1.      KATA HUBUNG
Kata hubung atau kata sambung sering juga disebut dengan konjungsi, yaitu kata yang berfungsi sebagai penghubung antara satu kata dan kata lain dalam satu kalimat. Selain itu, kata hubung juga berfungsi untuk mengubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain.
a.       Konjungsi intrakalimat
Jika kata hubung tersebut berfungsi sebagai penghubung kata dalam satu kalimat. Misalnya : dan, tetapi, lalu, kemudian.


Kata hubung intrakalimat dibedakan menjadi 3, yaitu:
1.      Kata hubung koordinatif
digunakan untuk menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama pentingnya.
Misalnya dan, serta, tetapi.
2.      Kata hubung korelatif
digunakan untuk menghubungkan dua kata atau frasa yang memiliki status yang sama, biasanya dipisahkan oleh salah satu kata atau frasa.
Misalnya : baik… maupun…, tidak hanya …, tetapi juga….
3.       Kata hubung subordinatif
digunakan untuk menghubungan dua kata atau frasa yang tidak memiliki status yang sama.
Misalnya : setelah, agar, sehingga, karena
b.      konjungsi antarkalimat
jika kata hubung tersebut berfungsi menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. misalnya ; akan tetapi, meskipun demikian, oleh karena itu.

Makna Kata Hubung :
1.      Bermakna hubungan ‘penambahan’
misalnya : dan
2.      Bermakna ‘pertentangan
 misalnya : meskipun demikin, akan tetapi,
3.      Bermakna ‘kelanjutan’
misalnya : kemudian

2.    MERUJUK KATA
Perhatikan contoh berikut :
       Perjalanan hidup Ki Hajar Dewantara benar-benar ditandai dengan perjuangan dan pengabdian pada kepentingan bangsa dan negaranya.

Contoh kalimat di atas memperlihatkan –nya pada kata negaranya, -nya merujuk pada Ki Hajar Dewantara.

3.  KATA KERJA
Kata kerja merupakan kata yang berupa tindakan.
Contoh: lari, membawa, melanjutkan, berlalu dll

4.  WAKTU, AKTIVITAS DAN TEMPAT
Perhatikan contoh berikut:
Ki Hajar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera).

1.     Kata-kata  yang menunjukkan waktu adalah setelah menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda)
2.     Kata-kata yang menunjukkan aktivitas/ peristiwa adalah melanjutkan pendidikannya
3.     Kata-kata yang menunjukkan tempat adalah STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera)

B.     Membedakan Teks Biografi dengan Teks Fabel
Untuk membedakan teks biografi dengan teks fabel dapat dilihat dari segi: Struktur teks dan Fitur bahasa.
1.      Struktur teks biografi dan struktur teks fabel
-          Struktur teks biografi meliputi orientasi (pengenalan tokoh/ manusia), masalah dan peristiwa (berisi perjalanan hidup tokoh berserta masalah yang dihadapi) dan reorientasi (kesimpulan atau pendapat penulis)
-          Struktur teks fabel meliputi orientasi (pengenalan tokoh/ binatang), komplikasi (munculnya masalah), resolusi (pemecahan masalah) dan koda (bagian akhir/ amanat).

2.      Fitur bahasa
-          Teks biografi menggunakan fitur bahasa factual yang bararti sesuai dengan kenyataan.
-          Teks fabel menggunakan fitur bahasa dalam kehidupan sehari-hari yang berarti bersifat imajinatif atau khayalan.

C.    Menyusun Teks Biografi
Langkah-langkah menyusun teks :
1.      Menentukan judul
2.      Menentukan tokoh
3.      Mencermati prestasi dan keteladanan tokoh yang dipilih
4.      Membuat kerangka pertanyaan
5.      Mengembangkan dalam bentuk ide pokok
6.      Menyusun seseuai struktur teksnya

D.    Mengklasifikasikan Teks Biografi
Berdasarkan penulisnya dibagi menjadi 2 yaitu:
1.      Teks biografi
Yaitu riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.
Contoh: Menulis biografi seorang pahlawan, guru, dll
Cara menyusun disesuaikan dengan struktur teks biografi.
2.      Teks autobiografi
Yaitu riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh diri sendiri.
Contoh: Menulis kisah diri sendiri.
Cara menyusun dengan disediakan format pengisin data diri.

E.     Menelaah dan Merevisi Teks Biografi
1.      Menelaah unsur kebahasaan teks biografi dengan cara mencari dan mendata unsur kebahasaan yang ada pada teks biografi yang sudah disediakan.
2.      Merevisi
   Yaitu memperbaiki penggunaan huruf katipal dan kata hubung pada teks biografi yang   disediakan dan menyusun kembali teks dengan benar.

F.     Mengidentifikasi Kekurangan Teks Biografi
Mencari kekurangan teks biografi dapat dilihat dari segi:
1.      Struktur teks
2.      Penggunaan ejaan pada teks
3.      Isi teks
4.      Penggunaan bahasa pada teks

G.    Meringkas Teks Biografi
Langkah-langkah meringkas meliputi:
1.      Membaca teks secara keseluruhan dari awal sampai akhir.
2.      Menggarisbawahi kata atau kalimat yang penting pada teks
3.      Menentukan ide pokok setiap paragraf pada teks
4.      Menuliskan pada potongan kertas agar mudah diingat
5.      Menulis ringkasan menjadi sebuah narasi



TEKS PROSEDUR (PROCEDURE)
Teks prosedur merupakan teks yang berisi tujuan dan langkah-langkah yang harus diikuti agar suatu pekerjaan dapat dilakukan.
Contoh :

Cara membuat Kue Muffin Cokelat

Bahan :
3 butir telur
50 cc air
200 cc minyak goreng
tepung Pondan Muffin Cokelat

Petunjuk penyajian :
1.    Panaskan oven (200
⁰C)
2.    Campurkan tepung Pondan Muffin Cokelat dengan telur, minyak sayur dan air
3.    Kocok dengan mixer kecepatan rendah (nomor 1) selama kurang lebih ±3 menit
4.    Masukkan adonan ke dalam cetakan Muffin yang sudah diberi cake up (kertas cetakan kue).
5.    Panggang di dalam oven panas ±20 menit
6.    Untuk mengetahui kue yang dipanggang sudah matang atau belum, tusuk bagian tengah kue    dengan tusuk gigi lalu angkat. Bila tidak ada adonan yang menempel berarti kue sudah matang. 

Struktur Teks Prosedur :
1. Tujuan
2. Langkah-langkah

Memahami Unsur Kebahasaan Teks Prosedur :
1.    kata berantonim
2.    kata bersinonim
3.    kata bilangan
4.    kalimat perintah atau imperatif.

Kalimat perintah atau imperatif adalah kalimat atau kata yang menyatakan larangan atau keharusan melakukan suatu hal.
Contoh :   Pertama, carilah dahan yang ukurannya sedang, tidak terlalu besar atau terlalu kecil!