Jumat, 27 Mei 2011

LATIHAN MEMBUAT CERPEN


CATATAN KEGILAAN MASA REMAJA
( Pantsu Sebuah Rahasia Umum)
    Setelah bercumbu dengan ilmu – ilmu pengetahuan. Akhirnya, tepat puncak kegerahan suhu tubuhku meningkat dan butir – butir keringat mulai terbakar. Aku dan dua temanku bias pulang juga ke gubuk yang kami sewa. Setengah hari di sekolah belum menghentikan penderitaanku. Jadwal sekolah yang padat sserta kepenatan yang menghantui, membuatku terhipnotis dalam kelembutan malam. Meski harus tidur di pulau kapuk yang keras. Namun kunikmati disetiap sekaratku di ranjang. Ini bukan lagi sebuah imajinasi melainkan sebuah fantasi tingkat tinggi.
          Inilah penyiksaan sesungguhnya, saat bangun pagi badan ini seperti mumi yang hanya tersisa tulang dengan balutan tisu WC yang tipis disekujur tubuh. Lebih tepatnya penyakit osteoporosis stadium empat yang hanya disenggol sedikit langsung menggelepar di lantai. Bagaimana tidak ? ranjang kayu yang seharusnya unutk berdua, digunakkan oleh tiga orang. Kapuk – kapuk yang menyumpal kasur buluk ini sudah mengempes dalam lumatan akhir zaman. Sehingga bayanganku saat melihatnya hanya sekumpulan batu baja yang disusun rapi.
          Tak barbeda jauh dengan kedua teman satu kosku, Indra dan Bang Gibran. Subuh – subuh mereka mengeluh pegal – pagal diseluruh badan dan sulit untuk bangun. Bagiku ini menjadi sebuah pertunjukkan pantomim yang tidak boleh dilewatkan, karena cuma – cuma. Dan menjadi desert ku setiap subuh. Padahal Bang Gibran mempunyai orang tua yang kaya, rumahnya besar dan mewah, mobil pribadi dua, motornya ada empat dan yang paling hebat ayahnya seoarang pengusaha kain sutera. Sedangkan Indra mempunyai orang tua seorang guru besar sekaligus mempunyai persawahan yang luas. Kalau aku lebih dari mereka, bisa ditafsirkan dalam bentuk yang tak akan habis dihitung. Membuatku heran mengapa kita bisa kos di tempat ini. Tempatnya kumuh dan kamarnya kecil untuk bertiga tetapi keakraban antarpenghuni kos kuberi jempol empat. Karena belum tentu kudapat di Apartemen.
          Bang Gibran aku panggil abang, karena umurnya terpaut tiga tahun lebih tua dariku. Sebenarnya Indra juga lebih tua dariku, tetapi dia tidak mau dipanggil abang, takut terlihat tua. Kami bertiga satu sekolahan di SMA N 1 BROTOJOYO, sekolah favorit di kota ini. Bang Gibran kelas dua, aku dan Indra kelas satu bahkan satu kelas. Memang yang merekomondasikan aku di sini adalah Bang Gibran. Kalau Indra kukenal saat pertama kali masuk sekolah setelah masa MOS. Kami akrab, kemudian ia menceritakan sedang mencari kos, lalu kuajak ia di tempat kosku.sejak itu, aku, Indra dan Bang Gibran menjadi sudara bukan lagi sahabat.
          Inilah hari – hari yang kami tunggu. Pasalnya hari ini dan tiga hari selanjutnya kelas satu dan dua libur. Karena kelas tiga akan mengikuti Ujian Nasional 2008.
          
          ” Libur...! ,” teriakku
          ” Sekali lagi bersama – sama !,” suruh Bang Gibran
          ” Satu...dua...tiga...libur !,” teriak kami bertiga dengan menggebu – gebu
          
          Kami putuskan pagi ini akan jalan – jalan ke Mall alias ngeceng atau nongkrong sambil mengamati gadis – gadis dengan rok mini mereka. Sebelum berangkat kami selalu melakukan ritual aneh setiap pagi. Selesai mandi kami mengadakan sandiwara singkat kira – kira 10 – 15 menit. Ini sebuah sandiwara action, kami berperan sebagai super hero. Bang Gibran sebagai Batman, Indra sebagai superman dan aku sebagi spiderman. Kami bergulat satu sama lain hanya menggunakan celana dalam segitiga untuk mengilhami karakter itu. Tepatnya bukan super hero tetapi seperti pasukan Sparta di film 300, yang dibintangi oleh actor Skotlandia Gerard Butler yang berperan sebagai King Leonidas. 
            Entah kenapa kami sering membeli celana dalam atau boxer atau underwear atau pantsu.  Ya…Pantsu kami lebih senang menyebutnya dengan kata pantsu, karena semua celana dalam yang kami pakai mayoritas buatan Jepang. Sangking seringnya membeli, sampai – sampai tak terdeteksi jumlahnya. Itu membuat kebiasaan pada kami untuk mengganti pantsu setiap selesai mandi. Bukan berarti boros, ini sebuah rasa kepercayaan diri dari pantsu yang bersih dan mahal. Meskipun orang tidak tahu atau memang sebenarnya sudah tahu bahwa dibalik celana atau rok ada pantsu yang bersembunyi, itu jelas dipahami semua orang.
             “ Ayo berangkat !,” suruh Indra padaku dan Bang Gibran.

             Kami langsung menaiki motor. Kami mengendarai motor masing – masing kecuali aku. Tapi aku nebeng Bang Gibran dengan naik motor ninja-nya. Karena kali ini pacar Bang Gibran tidak ikut sedangkan Indra naik motor mio–nya sendiri. Sampailah kami di Mall yangn terkenal di kota ini. Saat masuk pintu Mall. Kami berlaga seperti tiga Pandhawa yang berdiri di singgahsana Ngastina yang megah. Sosok gagah, tampan, kekar dengan kulit agak – agak hitam atau kecoklatan dan suara lantang serta emosi yang mendadak meledak – ledak seperti Bima, tampak pada Bang Gibran. Kemudian wajah alim, tampan, tenang dan penuh perhitungan atau cerdas serta kedewasaan seperti Yudhisthira mampir pada diri Indra. Sedangkan sosok arjuna yang tampan, pintar, gagah dan lembut sehingga digandrungi gadis –gadis dapat dilihat pada diriku.
              Baru beberapa langkah kami langsung dikejutkan dengan segerombolan wanita yang merebutkan pantsu yang di obral dengan harga murah tetapi bermerk semua termasuk buatan dari Jepang. Di situ tidak hanya ibu – ibu saja, banyak juga gadis remaja yang berebut.

              ” Wow...ini hebat !,” kataku dengan pikiran picikku
              ” Apa ?,” tanya Indra
              ” Wa, wa, wah !,” seru Bang Gibran dengan mulut terbuka lebar dan mata melotot sambil menggelengkan kepalanya.
              “ Kenapa kalian ini ?,” Tanya Indra lagi dengan raut muka curiga pada kami.
       
              Sepertinya perekam video dalam syaraf otak kananku sudah di– on –kan. Bagaimana kalau aku berada di tengah – tengah mereka yang sedang bergelut di party pantsu itu. Pastinya aku akan mandi di kolam bola. Dengan ukuran yang berbeda – beda dan jenisnya ada bola pingpong, kasti, billiard, bola sepak serta bola basket dan bola – bola lainnya. Sungguh tak bisa dinyatakan lagi. Mungkin ini sama apa yang melintasi syahwat Bang Gibran. Secara tidak sadar, ternyata aku sudah berada di depan gerombolan itu. Aku berjalan sambil memutar perekam video itu sehingga tidak tahu kalau sudah di hadapan gerombolan itu. Aku langsung membalik badan…..

              “ Aww…sakit !,” teriakan di depan mukaku.
              Aku menabrak seorang gadis.
              ” Maaf !,” kataku
              ” Kau tidak apa – apa ?,” kata sekaligus tanyaku

              Dia hanya meringkih kesakitan. Tanpa berpikir panjang dan rasa bersalah yang ada. Aku nekad bertanya padanya di tempat itu juga.
    
               ” Apa kamu mau membeli itu ?,” tanyaku
              
               Dia hanya mengangguk, Indra dan Bang Gibran menahan – nahan tertawanya. Aku langsung berlari menerjang bola – bola yang menghantam muka dan badanku larut dalam party pantsu itu. Padahal aku tidak tahu ukurannya. Kudapat tiga pantsu dan kuberikan padanya. Di sinilah terjadi proses drama yang romantis antara aku dan gadis ini. Sambil kuangkat tanganku untuk memberikan pantsu ini, kuamati dia. Dan baru kusadari betapa cantiknya gadis ini. Perawakannya, kostumnya maupun cashingnya lekat sekali dengan remaja – remaja Jepang. Rambutnya hitam panjang sebahu, kulitnya putih susu yang baru diperas, matanya hitam kopi, hidungnya biasa tetapi menarik, bibirnya tipis dengan lipstik merah muda yang sensual dan lehernya yang jenjang serta tubuhnya itu akan membuat laki – laki terperangah. Dia memakai baju setengah jadinya dan rok mini yang hanya sebatas paha sehingga pantsu-nya tampak oleh mata, apalagi saat dia melangkahkan kaki dengan sepatu high heels –nya itu.
               Dia menghampiriku, mendekat sekali sampai bibirnya berada di ujung lubang telingaku dan dia mengucapkan...
               ” Terima kasih !,” dengan nadanya yang menggoda
               Kurasakan desahannya di telingaku, tercium wangi parfum sakura dari tubuhnya. Tubuhku langsung menggigil, merinding dan greges menimpaku. Dia meninggalkanku yang berdiri dan ku jawab perkataannya tadi...

               ” Sama – sama !,” kataku dengan nada pelan seperti orang yang bodoh, idiot atau mungkin gila.

              Semakin dia menjauh semakin merontokan keimananku. Kucuri pandang saat dia berjalan. Begitu tampak pantsu di balik rok mini yang terlihat di setiap langkahnya. Menyembul – nyembul menarik semua pria termasuk aku. Baru kali ini aku ingin memiliki seseorang, sebelumnya gadis – gadislah yang ingin memilikiku.

               ” Aku akan mendapatkannya .” kataku dengan wajah yang ambisius.
               ” Kalau suka, kejar dia !,” suruh Bang Gibran
               ” ya, cepat...!,” sahut Indra.

               Kukejar dia dengan memutuskan semua urat maluku.
               ” Hai, tunggu !,” teriakku padanya

              Kami saling mengenalkan diri masing – masing. Telah kutahu namanya, Ran. Nama yang indah, dari bahasa jepang yang artinya bunga anggrek. Setahuku jenis bunga anggrek sangat bermacam dalam berbagai warna dan ada yang langka, yang ada satu di dunia. Bagiku Ran inilah anggrek langka yang berwarna hitam itu, yang telah menghitamkan seluruh organ tubuhku dan tercangkok di jantungku.
              Bang Gibran dan Indra bergabung dengan kami yang saat itu sudah berbincang – bincang hangat. Obrolan kami ini lebih sering menceritakan tentang kebiasaan yang sama yaitu mengoleksi pantsu, tentunya berbeda karena ia perempuan. Aku heran kenapa gadis ini tidak canggung saat membicarakan hal pribadinya pada kami dan begitu mudah munculnya jalinan ini. Tetapi itu tidak apa – apa. Aku suka dengan gadis yang simple, terus terang dan penuh tantangan ini. Karena masih penasaran kuajak dia bertemu lagi di Mall ini. Aku begitu tergoda olehnya atau mungkin dia memakai pantsu buatan dari jepang yang sama denganku. Karena ketertarikanku pada gadis – gadis yang memakai pantsu yang berkualitas dan memperdulikannya, membuat suatu nilai plus bagiku.
               Keesokan harinya, kutemui dia seorang diri. Tetapi, Bang Gibran dan Indra berada tidak jauh dari tempatku dan Ran bertemu. Rencananya aku akan langsung mendekatinya dang mengenalnya lebih dari ini. Beberapa menit kemuadian, dia datang bersama dua temannya. Aku langsuna menyambutnya dengan wajah yang berseri – seri, tapi teman – temannya itu sangat aneh make up – nya telalu menor dan dandannya tekesan tidak karuan.

              ” Aduh...ternyata kamu bertemu brondong ya... Ran.” kata temannya dengan suara bindeng dan gerak tubuhnya yang tak bisa diam.
              ” Ha...”kagetku
              ” Kalian ini apa sebenarnya ? ” tanyaku dengan konyolnya.
              ” Ah...kmyu tu masa kagak ngerti sih !” jawab temannya lagi dengan nada bindeng yang semakin jelas.

              Aku sungguh terkejut dengan kejadian ini, sebelumnya bicara dan tingkah laku Ran sangat wanita dan begitu menggoda, manis dan kalem sehingga tidak tampak seperti teman – temannya ini. Ran mengakui bahwa ia seorang waria yang berhasil dalam operasinya sedangkan teman – temanya masih seperti bentuk asalnya. Bagiku itu suatu pilihan mereka hanya mereka dan Tuhan yang berhak menadili. Aku langsung minta maaf pada Ran. Aku hanya meringis – ringis dan tidak tahu harus bersikap.
               Bang Gibran dan Indra hanya menertawakanku dari tempat duduk mereka. Mungkin ini karma bagiku, karena hanya melihat gadis dari sebuah kebiasaanya memakai pantsu  dan selalu menolak gadis yang mencintaiku. Aku langsung saja mengucapakan selamat tinggal padanya. Aku berbalik berjalan meninggalkan mereka dengan kepala menunduk. Ini perasaan malu, kesal atau apalah entah...tidak bisa dimengerti.
                Kuajak Indra dan Bang Gibran pulang. Mereka terus menertawakanku.
                “ Sudah, sabar !” kata Indra sambil tersenyum
                “ Hua…!” teriakku untuk mengagetkan mereka.
                Tidak ada rasa murung dalam diriku. Siapa yang belakangan tiba dirumah, dia harus mentrktirku mie ayam, makanan kesukaanku. ” teriakku sambil mendahului mereka. Kebersamaanlah ang penting bagiku....perkoncoan.

***

Rabu, 18 Mei 2011

CERPEN MINI

latihan membuat cerpen, maaf jika ada yang tersinggung......!!!!!!!!!!!!!!!!!!!



Aku Bukan Nabi Muhammad
Ataupun
Tokoh Karna dalam Mahabharata

          Sore menjelang petang, kulukis kaki langit di padang sabana. Dengan cat yang kuperoleh dari air yang mengalir melalui celah – celah kelopak mata. Kugoreskan pada kanvas yang terletak di dalam tubuh, disebelah kiri dadaku. Dan berbunyi duk...duk...duk.

          Entah jasad siapa yang kupakai ini ?

          Namun kuhidupkan jasad ini dalam sebuah reinkarnasi dengan cahaya-Mu. Aku tak berharap dari kehidupan siapa, karena aku sudah menjalaninya. Aku harus kembali kebelakang, menceritakan dua puluh tahun yang lewat itu, saat badai menerjang kebodohanku. Dia memaksaku untuk selalu dan harus mengingat hal yang tidak akan bisa kuingat. Aku hidup di masa itu, tetapi aku tidak merasakannya. Dia menarik sepotong jiwaku untuk pergi bersama-Nya. Meskipun aku dalam keadaan tidak sadar dan masih berlari – lari, berkejaran dan tertawa – tawa dengan teman – teman sebayaku. Sedikitpun tak ada tetes hujan mengguyur bola mataku. Engkau menjemputnya dari sisi tubuhku yang lain.
          
          Pengecut.....! marahku


          Sejak itu, aku marah tetapi takut, menyesal tetapi mengikhlaskan. Yang ingin kupertanyakan pada – Mu.   
         Kenapa seperti ini ?
         Mengapa harus pada saa itu ?
             
         Menunggu dan menunggu jawaban yang tidak bisa dijawab oleh siapapun. Setiap kali kemarahan itu hadir dan mendoktrinku. Aku merasa hina dihadapan-Mu, raga ini, roh ini adalah milik – Mu. Karna kusadari kebaikan dalam diriku masih bertarung dengan kehilafan yang fana ini. Semut – semut yang menyerang makananku, langsung kulempar, ku injak kutiup makhluk kecil itu. Dan tidak mau tahu dia hidup atau mati. Tidak seperti Nabi Muhammad yang menerima hidupnya dengan senyum dan sabar. Selalu berbuat baik terhadap semua jenis makhluk – Mu. Beliau mengikhlaskan ibunya yang telah pergi...
          Tidak juga  seperti tokoh Karna yang harus membenci ibunya karena merasa dirinya tidak diinginkan. Tidak bisa menahan lautan emosi yang meluap – luap. Sehingga harus bertempur badan dengan darah dagingnya sendiri, saudara – saudara tirinya, untuk menguatkan jati diri. Aku tidak sanggup. Di sini, di alam semesta ini. Berdiri di puncak gunung yang harus melewati batu terjal yang keras sendirian. Meski didampingi beratus – ratus maupun beribu – ribu prajurit, tidak akan memahami hasrat itu. Kau selalu ada di hati ini. Aku tidak akan bisa membenci – Mu. Namun, gonjang – ganjing yang kuhadapi dalam pertikaian batinku, membuat sungsang keyakinan itu pada – Mu. Membuatku tidak peduli dengan dunia ini dan tidak menghiraukan siapapun.
          Alur ini tetaplah harus sampai  klimaksnya dan mencapai kata The End. Sebagai tokoh utama aku tidak heran lagi tentang ini semua. Layaknya dalam teater, tokoh utama selalu mendapat kebahagiaan yang jauh lebih sebentar daripada pemain lainnya. Itupun didapat diujung cerita itu berakhir dan tidak tampak oleh penonton secara keseluruhan. Peran ini sebuah kebanggaan bagiku. Setidaknya aku mendapat sorotan, tepuk tangan dan perhatian yang lebih dibandingkan dengan pemain – pemain pendukungku itu. Aku akan selau bersujud, berdoa dan beribadah kepada – Mu. Karena dengan nama – Mu lah sepotong jiwaku bergabung kembali. Sepotong yang Engkau bawa.....

Kamis, 12 Mei 2011

CERPEN

Danang Mahmudi ( belajar membuat cerpen )    

R. DANDI JOYODININGRAT
( HE IS LUCKY BOY)
          Dhuha tertidur berselimut siang. Kini teriknya dilucuti oleh malam. Aku masih duduk di terminal bus seperti pasien DBD yang membutuhkan lebih dari infuse. Seringkali puluhan, ratusan bahkan ribuan petugas Lab. Bergantian menyuntikan jarumnya untuk menghisap darah segar dalam tubuhku. Kedatangannya membawa isyarat perang telah dimulai, perannya sebagai pesawat tempur inginku ledakan dengan rudal mata dua. Tak bisa kuhitung bom atom yang kudaratkan pada tangan dan pipiku. Malam ini aku menjadi pembunuh berdarah dingin.
           Malam semakin merajam. Angin menggasak dada. Dinginnya menghajar kulit. Kunaikkan retsliting jaket tipisku, sedikit tersendat – sendat. Kutarik sekuat – kuatnya, seketika itu gigi retsliting dapat meluncur di relnya sampai atas. Aku tidak tahu apa sebabnya, tetapi ini lumayan untuk menahan gemburan angin yang menabrak dada. Di tangan kiriku memegang kantong berisi uang yang dititipkan padaku. Uang ini milik lelaki tua yang pernah kutemui di terminal bus ini dan harus kukembalikan. Inilah kenapa kuhabiskan waktuku di terminal.
          Ketika itu aku menunggu bus malam jurusan kota Bukit, di terminal kotaku Singaraja untuk mengikuti tes masuk salah satu universitas di kota Bukit. Saat udaranya dingin sekali dan kantuk mulai mendera mataku, tiba – tiba indera penciumanku mendapat sogokan harum kopi yang dilarutkan dalam air panas. Entah sejak kapan ada penjual wedang kopi disamping tempat duduku. Mungkin aku terlalu sibuk menghangatkan tubuh dengan segala atributku. Aku melihat orang – orang yang duduk di sampingku, mereka meminum wedang kopi dengan gaya yang hamper sama. Secara tidak sadar tenggorokanku menegun menelan ludahku sendiri. Lidahku menari dengan lincahnya di dalam kuluman mulutku.
          Aku mulai tergoda oleh wedang kopi itu. Asap yang keluar mengebul – ngebul melambai ke arah hidungku. Fatamorgana ini membuatku ingin berenang – renang di kawah hitam dalam suhu yang membekukan alis mataku ini.
         Kutengok penjual wedang kopi itu. Terdapat beberapa pembeli yang mengantre di depan ia berjualan. Sehingga aku tidak bisa mendekat, lalu aku tetap ngotot masuk dicelah – celah orang berdiri itu.

          Aku berteriak ,” Pak, satu kopinya ! belum melihat penjualnya.

         Tak ada jawaban dari penjual wedang kopi itu. Akupun tidak tahu ia laki – laki atau perempuan. Kepalaku clingak –clinguk ke atas, ke bawah, ke kiri, ke kanan, sekadar mencari celah untuk lewat.       
          Detik – detik telah berganti menit, akhirnya orang – orang yang membeli sudah mendapatkan wedang kopi yang berwadah gelas plastik yang ukuranya berbeda – beda. Aku terperanga sekaligus tertegun kembali melihat penjual wedang kopi ini. Ternyata ia seorang lelaki tua.
          Lelaki tua yang bertubuh pendek, gempal dengan banyak bercak di wajahnya. Ia memakai sweater dekil yang benang – benangnya sudah banyak terlepas. Dengan rasa tidak sabar, aku langsung memesan satu gelas wedang kopi.

         “ Maaf  Pak, Saya minta satu kopinya ! ” pintaku sambil mengamati betapa cepatnya ia meracik kopi.

            Setelah wedang itu siap, aku menyeruputnya dengan tergesa – gesa. Rasanya maknyos, tubuhku seakan – akan di timbun oleh mantel bulu buatan luar negeri yang halus dan hangat. Tanpa kusadari tempat ini sudah sepi, tinggalah aku dengan lelaki tua ini. Ia tampak murung, mukanya ditekuk – tekuk dengan lipatan segi yang tak beratur. Aku pun memberanikan diri untuk bertanya, untuk menjalin keakraban sebgai sesama penghuni terminal malam ini.
          ” Sudah berapa lama Bapak berjualan ? ” tanyaku, sedikit rasa sungkan dan takut.
          ” Tuju tahun. ” jawabnya singkat tanpa melihatku.
            Saat ia meracikan kopi pesananku yang kedua, ketiga, keempat atau..........aku sudah tak ingat lagi berapa yang sudah kuminum. Aku nyerocos mirip gagak yang minta setiap hari di ganti malam. Aku selalu bertanya dan membuat lelaki tua itu tertawa. Ia pun hanya bertanya satu kali ” Siapa namamu ?”

           ” Dandi , jawabku dengan singkat.

            Prasangkaku yang semula tidak baik tentang lelaki tua itu, berangsur mulai berubah. Pertama, aku menganggapnya sebagai orang yang galak dan pemarah. Lama kelamaan keakraban itu mulai tampak. Ia orang yang ramah dan sabar
            Ia mulai menceritakan kehidupannya dalam berjualan padaku. setiap malam ia berkeliling kota untuk menjajakan dagangannya, sambil menenteng dua tremos besar dan tas besar yang berisi kopi, gula ditaruh dalam toples besar serta plastik sisa jajanan jeli yang dibeli anak – anak. Tas itu digendong dipundaknya.

           ” Wah ! jorok sekali”......pikirku.

            Tapi apaboleh buat, memang keadaanya seperti itu. Ia menggelar kain kusut di pinggir jalan untuk menjual wedang kopi hangatnya. Tanpa harus berteriak – teriak, saat malam tiba para pelanggan sudah menunggunya di tempat ia menggelar dagangannya. Kopi racikannya memang sangat lezat, aku jadi teringat iklan kopi yang ada di televisi. Di iklan itu mengatakan kalau kopinya kualitas satu, artinya ada kualitas dua, kualitas tiga dan kualitas..........., lalu kopi yang kuminum ini kualitas berapa atau mungkin tidak berkualitas ?
             Kadang – kadang ia juga harus main kucing – kucingan dengan polisi yang merazia tempatnya berjualan. Sungguh teriris – iris melihat perjuangan lelaki tua ini.  Kabut malam mulai menampakkan wujudnya. Hal yang disinggung datang juga, ketika lampu – lampu toko di sepanjang jalan belum dipadamkan. Tiba – tiba serombongan polisi menyisir trotoar dari ujung terminal. Segerombolan pengemis, pemulung atau orang yang berpura – pura mengemis dan memulung langssung bubar dengan menggerutu.
             Rupanya para polisi tidak hanya menangkapi pengemis atau pemulung yang menjajah terminal bus dengan merdeka. Mereka juga mengobrak – abrik pedagang kaki lima, sudah tentu termasuk lelaki tua itu. Aku bingung sendiri, berdiri duduk tak tahu apa yang harus dilakukkan.

             Pada saat itu ada sesuatu menimpa kepalaku. ”Aduh !” keluhku.
             ” Kau bawa dulu ! ” Aku melihat lelaki tua itu sudah mulai lari jauh di belakangku.
              ” Ingat, besok kembalikan padaku ! ” perintahnya sambil terus berlari.
             
              Karena takut aku juga dicurigai. Aku pun menyelinap mirip pasukan perang grelilya, menuju toko yang masih buka untuk berpura – pura membeli sesuatu. Detik – detik kepergian polisi – polisi itu masih terasa, Lalu aku mengambil benda yang menimpukku tadi. Ternyata itu sebuah kantong kecil yang kusut, buluk dan baunya apek. Didalamnya terdapat dua puluh uang logam lima ratus-an, sepuluh lembar uang seribu-an dan tiga lembar uang lima ribu-an.

            “ Pasti uang ini milik lelaki tua itu.” pikirku.

            Hasil penjualan wedang kopinya malam ini, dipercayakan kepadaku. Orang yang baru dikenalnya malam ini. Aku duduk kembali di kursi terminal bus itu. Sejenak aku menenangkan diri dan memikirkan bagaimana mengembalikan uang ini pada lelaki tua itu, bagaimana juga dengan keadaannya.
            Padahal aku di terminal bus ini harus segera berangkat ke kota Bukit untuk mempersiapkan tesku nanti. Kantong berisi uang ini membuat tanggung jawab yang besar. Setelah kuperiksa kembali, terdapat kertas dengan lipatan yang kecil dalam kantong. Kubuka lipatan kertas yang kusut dan mulai pudar warna putihnya. Sederet tulisan melekat pada kertas itu.

            Dan kubaca.
            ” Bismillahhirromannirrokhim, buat cucuku Liu .”
            Pundakku semakin berat, tulisan ini seperti batu gunung merapi yang menindihku dalam waktu sekejap. Ini sama saja kepala ditaruh di kompor dan kaki dibekukan di freezer. Aku membayangkan apa ini…..bagaimana ini….?. Lemas mental telah menghampiriku, kuhela nafas. Kuambil sisa kopi yang tinggal setengah gelas dan mulai dingin, kuminum kopi itu, terasa panas di tengah – tengah kerongkongan. Kukorek – korek sisa kopi yang melekat pada gelas plastik, terasa pahit meski masih ada sisa gula yang tercampur.
             Malam itu, kuputuskan untuk untuk menunggu lelaki tua itu datang. Bukan lelaki tua itu yang menghampiriku, tetapi bus ku yang sudah tiba. Kebulatanku sudah kuat, aku akan membatalkan keberangkatanku, demi amanahnya. Aku terdiam duduk sendiri di terminal ini dengan ketakutan yang menggila, sampai datangnya king of night tiba.
              Tes ujian itu memang masih dua minggu. Karena aku ingat perkataannya sebelum ia benar – benar hilang pandangan dariku. Aku akan menjalankan perintahnya terlebih dahulu, sebelum waktu keberangkatanku selanjutnya.
              Tetapi besok, lusa dan lima hari selanjutnya kami tidak pernah bertemu lagi. Sebab di sepanjang terminal ini polisi rajin mondar – mandir seperti seterika merapikan terminal dari pengemis, pemulung dan pedagang kaki lima. Sejak itu maka uang dalam kantong itu kusimpan terus di dalam saku tasku kadang – kadang kutaruh juga di jaketku. Kemanapun aku pergi, kubawa.
              Itulah hari terakhir aku menunggu lelaki tua itu. Ku anggap pertemuannya yang tidak sengaja, sebagai petuah untuk menjalani hidup. Sabar, berusaha dan lakukan untuk orang yang dicintai. Sekarang dimana dan bagaimana keadaannya, aku akan selalu berdoa di setiap aku bersujud pada sang Illahi. Kusimpan kantong uang dengan isinya baik- baik di lemari pribadiku, akan ku kembalikan jika nanti suatu saat takdir membawaku padanya.
            Hari keberangkatanku telah tiba, tiket jurusan kota Bukit sudah kubeli dengan antrean yang pangjang membentuk ekor seribu. Kumasih menunggu bus.....aku naik bus dan duduk paling belakang pojok kanan. Setiap bus berhenti di terminal kota yang kita lewati, aku selalu menyempatkan diri untuk meminum secangkir kopi.
               Jarum detik mengganti menit mengganti jam, akhirnya sampai juga aku di kota Bukit.   ” Disinilah nasibku akan dipertaruhkan ,” kataku dalam hati dengan rasa yakin.
              Tibalah waktunya aku mengikuti tes untuk masuk sebagai mahasiswa jurusan kedokteran di Universitas ini, lembar soal di bagikan. Tes berlangsung, salah satu pengawas  wanita berkata padaku,

             ” Be yourself ! ” katanya padaku dengan mengangkat kacamata minesnya  kemudian menaruh tangannya di belakang tampak garang.
             ” Yes Mom. ” jawabku singkat.   

             Waktu 120 menit telah kuselesaikan soal itu. Aku masih penasaran dengan pengawas tadi. Mengapa ia begitu memperhatikanku.....?
             Aku berlari di lorong – lorong kampus, kutemui dia berdiri di depan pintu sambil menelpon seseorang. Tubuh pengawas wanita itu pendek, gemuk, rambut digulung. Ia sudah terlihat tua, tampak uban sehelai, dua helai atau lebih di rambutnya, tetapi kulitnya putih dengan sedikit kerutan di samping matanya. Ia memakai baju dinasnya berwarna coklat dengan sederet atribut.
             Ia berhenti menelpon, lalu ia berjalan kearahku. Takutku semakin...dek...dek..., yang kutahu orang seperti ia sangat tidak memperdulikan orang macam aku ini. Ia bersimpangan denganku, kami bertemu pandang, ia mencuri lirikan padaku belum sempat kusapa. Ia segera melengos seakan – akan aku kuman menular yang menjijikan.
             Lain kesempatan di pagi yang cerah, kusapa ia,
  
             ” selamat pagi bu ? ” tanyaku dengan senyum termanis yang pernah kubuat.
             “ Morning, meet me ! “ jawab sekaligus perintahnya dengan nada tegas.

             Aku hanya menganggukan kepala saja. Ku ikuti ia dari belakang. Langkahnya yang pendek terus ku ikuti dengan langkahku yang sedikit – sediki kesrimpet.
             Sampai di kantornya, aku disuruh duduk. Ia mengatakan kalau tidak mengenalku, tetapi ia melihat aku menggunakkan seragam SMA dari kota Singaraja yang membuat ia merasa dekat denganku. Hal itu membuatnya kangen dengan anaknya yang ada di kota Singaraja ditinggalkanya dalam waktu sangat lama dan tidak mungkin ditemuinya.
               Pengawas wanita itu berasal dari Singaraja, ia bercerai dengan suaminya, lalu tidak menikah lagi. Ia mempunyai anak yang seumuran denganku dan tidak pernah bertemu lagi sampai saat ini. Ia seorang dosen besar di sini. Pengumuman hsasil tes belum keluar, tetapi ia bilang padaku.

                ” Kau akan aku bimbing di sini, sampai gelarmu tiba ! ” katanya padaku dengan sikapnya yang tegas dan mengamatiku tak habis – habisnya.
               ” Terima kasih, bu ! ” jawabkusambil menundukan kepala.

              Aku berjabat tangan dan kucium tangan kanannya. Setelah keluar dari kantornya, aku menghela nafas, ” Huh...!
              Kukatakan dalam hati dan kuresapkan dalam pikiranku,

             ” Inilah hidup, itulah hidup......Its me. Semua adalah pertemuan tetap diakhiri perpisahan. ” I am is Lucky boy ”. Aku mendapat pelajaran setelah orangnya menghilang, sekarang aku mendapat gandengan saat kujalani karierku...! ”

            Hari penentuanku tiba juga, ku urutkan  setiap nama yang terpampang di kertas pengumuman tes itu. R. DANDI JOYODININGRAT asal Singaraja, tampak jelas namaku di urutan ke-158 dengan nilai seribu dibagi sepuluh dikurangi lima. Yes....... yes!
            Besok...lusa...dan seterusnya hubungan ku dengan pengawas itu lebih dari yang kuduga....tetapi inilah jalanku...tak harus orang mengetahuinya...
 
         
***

Senin, 31 Januari 2011

CROPP CIRCLE

Di Luar Negeri, Crop Circle Dibuat untuk Promosi

Pola melingkar di persawahan (crop circle) atau biasa disebut jejak UFO tampak dari atas. (Foto: Geodesi UGM)
TEMPO Interaktif, Jakarta - Di luar negeri, ribuan crop circle telah dibuat oleh manusia. Pada umumnya, crop circle dibuat atas pesanan pemilik lahan untuk dipakai sebagai iklan lahan pertaniannya. Dari ribuan pembuatan crop circle itulah kemudian pembuatnya memvideokan untuk dijual.

"Sekarang sudah banyak CD yang dijual tentang teknik membuat crop circle. Alat-alatnya juga diperjual-belikan," kata Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) saat dihubungi Tempo hari ini, Senin 31 Januari 2011.

Fenomena orang membuat crop circle ini menurut Sri Kaloka, sudah ada sejak tahun 1970-an. Selama kurun waktu 10 tahun atau pada 1980-an tak kurang dari 10 ribu crop circle dibuat. Karena itulah Sri Kaloka meminta masyarakat tidak terlalu heboh menyikapi munculnya crop circle di beberapa daerah di tanah air, baru-baru ini.

"Apalagi ditambah-tambah dengan cerita-cerita mistis yang mengatakan bahwa tempat itu dulunya angker," kata Sri. Sebaiknya, masyarakat tetap berpikir rasional dan tidak perlu meyakini bahwa crop circle itu bikinan makhluk luar angkasa yang menggunakan pesawat luar angkasa (UFO).

Terkait kebenaran soal Unidentified Flying Object (UFO), sebagai seorang ilmuwan pun Sri Kaloka termasuk yang tidak meyakini kebenarannya. Hingga saat ini, kata dia, tak satu pun ada bukti yang memperkuat bahwa UFO benar-benar ada.

"Selama ini kan cuma dari satu dua orang yang mengaku melihat. Kita tidak pernah mendengar UFO dilihat oleh banyak orang, misalnya dalam suatu kerumunan," kata dia.

Pembuktian secara ilmiah pun belum ditemukan. Sri Kaloka menceritakan, Amerika Serikat baru-baru ini memasang sejumlah receiver gelombang yang diharapkan bisa mendeteksi kemunculan UFO. "Tapi tidak ada juga," kata dia.


AMIRULLAH

Jumat, 28 Januari 2011

WAR OF THE WORLD

Bintang Hollywood Tom Cruise telah berkolaborasi dengan sutradara Steven Spielberg dalam film terbaru mereka, WAR OF THE WORLDS. Dalam film beranggaran US$ 130 juta ini, Cruise memerankan Ray Ferrier.
Sejumlah bintang Hollywood lain ikut dalam film ini, seperti Tim Robbins, Dakota Fanning dan Miranda Otto.
    Film ini mengisahkan kehidupan keluarga Ray Ferrier yang berjalan normal, persoalan sehari-hari yang menghadang keluarga ini tak berarti apa-apa, hingga datanglah hari yang mengubah sejarah umat manusia.
Makhluk luar angkasa datang ke bumi, mereka menjajah dan menyerang manusia. Di antara pertempuran besar dua ras itu, Ferrier beserta keluarganya berusaha tetap hidup.
      Ray Ferrier adalah seorang pekerja serabutan yang arogan dan hidup seorang diri setelah bercerai dengan Mary Ann. Suatu hari, secara mengejutkan sang istri bersama pasangan barunya menitipkan dua anak mereka Robbie dan Rachel pada Ray.

   Kejutan tersebut merupakan awal dari saat terakhir damai dirasakan penduduk Bumi. Dipersimpangan jalan rumahnya, Ray dikejutkan oleh munculnya robot raksasa berkaki tiga Tripod dari dalam tanah yang dalam waktu sekejap membakar bangunan sekitar. Rupanya, itu adalah awal serangan mahluk luar angkasa ke planet Bumi.

   Melihat itu, Ray langsung berupaya menyelamatkan anak-anaknya dan menempuh perjalanan panjang bersama rakyat Amerika lainnya untuk menyelamatkan diri. Hal itu tidak mudah sebab selain wilayah sekitar yang telah nyaris rata dengan tanah, mereka juga dikejar oleh sepasukan Tripod. Bagaimana nasib Bumi selanjutnya?

Ini dia salah satu film calon blockbuster di tahun 2005. Seolah tidak cukup mengedepankan nama Tom Cruise sebagai tokoh utama, War of the Worlds juga disutradarai oleh pria yang sudah tidak asing lagi bagi film bertema science-fiction yaitu Steven Spielberg.

Fenomena War of the Worlds sendiri dimulai saat karya HG Wells tersebut dijadikan sandiwara radio beberapa dasawarsa silam, dan sempat membuat panik rakyat Amerika yang mengira alien benar-benar telah menyerang mereka.
Menemani Cruise adalah dua bintang muda yaitu Justin Chatwin yang sempat muncul di Taking Lives dan Traffic serta si bocah ajaib Dakota Fannings. Nama Fannings yang melejit lewat I Am Sam diakui sebagai calon bintang masa depan, sebab gadis cilik kelahiran 1994 ini selalu tampil apik mulai dari film action (Man on Fire) hingga thriller (Hide and Seek).

Masih ada sejumlah artis top lain yang ikut meramaikan film epik ini, diantaranya Tim Robbins (Mystic Rivers) dan Miranda Otto (dua seri terakhir Lord of the Rings), ditambah Morgan Freeman (Batman Begins) sebagai narator. Let the war begins..........(berbagai sumber/mdL)
Kisah WAR OF THE WORLDS ini diadaptasi dari novel karangan HG Wells tahun 1898. Sebelumnya, cerita yang sama pernah juga diangkat ke layar lebar pada 1953.



   Saya sangat terinyuh oleh perjuangan seorang ayah yang diperankan oleh Tom Cruise ini. meskipun sudah tidak dipercaya lagi oleh anak - anakya tetapi dia tetap menjaga anaknya sampai harus mengorbankan nyawanya. Film sains - fiksi yang hebat dan mengagumkan.

Rabu, 26 Januari 2011

BAGAIMANA DENGAN SISTEM BILINGUAL ?

Perbedaan maupun persamaan dari kedua pengajaran bahasa tersebut.  Pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sebenarnya seorang guru bahasa Indonesia harusnya bisa menggunakan sistem bilingual. Bahasa Inggris tidak serumit yang dibayangkan orang. Terlepas dari seluk beluknya, paling tidak sanggup berbicara, menulis atau menarjemahkan saja sudah menjadi nilai tersendiri bagi orang lain. Dewasa ini banyak sekolah yang menerapkan sistem bilingual untuk siswanya khususnya sekolah – sekolah yang bertaraf RSBI. Kemampuan menggunakan dua bahasa ini harus dimiliki atau dikuasai siswanya.
    Meskipun seorang guru bahasa Indonesia jika mempunyai kemampuan menggunakan bahasa lain, itu hal yang membanggakan untuk diri sendiri maupun orang lain. Siswa sekarang sudah lebih pandai dalam menyikapi pengajaran, karena itu guru juga harus lebih mendahului start para siswanya. Kemajuan untuk mendapatkan informasi sudah mudah untuk didapat, menjadikan para siswa lebih peka.
    Kata-kata bahasa Indonesia banyak sekali menggunakan bahasa asing, misalnya kursi (dari bahasa Arab), meja (dari bahasa Portugal) dll.Banyak wacana yang menyelipkan bahasa asing (kebanyakan bahasa Inggris) untuk melengkapi kalimat atau untuk menyebutkan suatu pembahasan tertentu. Adakalanya guru harus menerangkan kata-kata tersebut yang mungkin tidak diketahui oleh para siswa.
   Para siswa menganggap guru sebagai orang yang tahu dalam segala hal. Namun, ada siswa yang berfikir dan berkata “Guru memang tahu  karena guru gudang ilmu bagi siswanya, tetapi  masih meragukannya”. Karena siswa tersebut mencoba menelaah bahwa seorang guru hanya memahami salah satu bidang mata pelajaran yang beliau ajarkan, hal tersebut didasarkan pada pengalaman mengajar seorang  guru.  Pengalaman mengajar yang lama dan siswa yang berganti – berganti membuat guru mudah untuk mengulangnya kembali. Guru tidaklah harus memaksa siswa untuk memahami pengajarannya secara intens maupun memarahi, karena mereka harus belajar dan memahami pengajaran lain yang jauh lebih rumit. Seorang guru bahasa Indonesia pun mengakui kebingungan jika berhubungan dengan mata pelajaran lain (khususnya bahasa inggris dalam konteks ini).
   Asumsi siswa diatas haruslah ditepis bersama – sama. Melihat ini, tidaklah harus memaksa ataupun ambisius untuk mempelajarinya. Memahami pengajaran lain memerlukan suatu bimbingan atau latihan berfikir. Menganggap ini bukan sebuah sindiran, melainkan sebuah tantangan yang harus dikerjakan. Seharusnya, hal hal ini menggugah jiwa seorang guru yang terlanjur dianggap orang yang lebih bisa di tengah – tengah masyarakat.

Hargailah sebuah kritikan, dengan dikritik/disanggah berarti kita di pedulikan/ diperhatikan !
Saya belajar, Anda belajar, kita sama – sama belajar !

Wise word

Time lost cannot be recalled

Sabtu, 22 Januari 2011

PENDIDIKAN



ANALISIS TEORI  MINDFUL LEARNING
Oleh Danang mahmudi ( semt. Va / 08.422719)


                                                                                                      
      Teori ini mencoba untuk membuat kesadaran tentang pola pikir pendidik yang menggunakan cara-cara tradisional sebagai satu acuan yang tak terpatahkan. Materi ini digunakan untuk mencapai suatu pembelajaran yang baru atau mengadakan perubahan yang menyimpang dalam hal menumbuhkan kesuksesan di masa depan. Metode – metode tradisional masih menggunakan ungkapan lama sebagai suatu hal yang tepat untuk digunakan. Padahal unkapan tersebut merupakan suatumitos yang belum tentu tentang kepastiannya. Sebagai gantinya metode- metode tradisional hanya akan menghasilkan tingkah laku yang ceroboh.
      Oleh karena itu, metode tradisional cenderung membuat orang memahami sesuatu dalam satu patokan saja dan patokan tersebut dianggapnya sebagai suatu kebenaran. Misalnya saja ungkapan ini, / berakit-rakit ke hulu / berenang –renang ketepian/ bersakit-sakit dahulu /bersenang- senang kemudian/, itu merupakan teori tradisional yang masih dipakai sampai sekarang. Sedangkan pada teori mindful learning akan dijabarkan sebagai berikut: kita harus memastikan kesenangan itu di dapat, karena bukan berarti kita harus bersakit –sakit dahulu. Bagaimana kalau kita akan terus sakit- sakitan dan bertahan dalam satu level yang sama. Karena itu kita akan terus menetap dalam satu pekerjaan yang hanya menghasilkan hal yang sama- sama saja. Maka tidak akan ada perubahan / keberhasilan yang dicapai.
      Di pembelajaran inilah mitos itu akan dipatahkan, sehingga akan terjadi perubahan yang baru. Teori mindful learning inijauh lebih efisien dan kondisional dan ternyata memang membantu dalam proses belajar. Karena dapat memunculkan belajar yang menyenangkan dan keberhasilan bagi peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari konsep tersebut :
  1. Belajar ini menciptakan kategori baru, maksudnya menciptakan tanda- tanda baru atau pemahan baru mengenai sesuatu yang belum kita ketahui.
  2. Belajar ini menerapkan adanya keterbukaan informasi, maksudnya jangan apa yang sudah kita ketahui, kita hafalkan dan kita dipelajari itu menjadi sesuatu yang paling benar dengan kata lain kita harus menerima suatu konsep/ pemahaman yang baru atau lebih tepat lagi.
  3. Belajar ini juga menganjurkan adanya suatu kesadaran yang implisit yaitu adanya prespektifyang lebih dari satu maksudnya, apabila kita hanya memahami satu pedoman saja yang digunakan dan apapun itu yang digunakan  menjadi yang terbaik, maka terlihat tida berkembang dan akan berhenti digaris  start.
  4. Adanya masa kini, memahamipembelajaran di masa sekarang, untuk mempelajari hal tersebut sehingga dapat dimanfaatkan di masa mendatang.


                                                                   

Kamis, 20 Januari 2011

KEUNIKAN YANG PERLU KITA KETAHUI SEBAGAI WAWASAN PENGETAHUAN !!!!!

   IKAN LANGKA DAN ANEH YANG BISA MENGGANTI KELAMIN !
Ikan ini bernama napoleon atau lebih dikenal dengan Napoleon Wrasse. Ikan Napoleon (Cheilunus undulatus) adalah salah satu ikan karang besar yang hidup pada daerah tropis. Panjang ikan ini bisa mencapai 1.5 meter. Dan beberapa ikan bisa mencapai ukuran sampai 180 kg pada usia 50 tahun. Kehidupan hewan ini umumnya sama dengan ikan karang lain yang hidup secara soliter. Para penyelam biasanya menemukan ikan ini berenang sendiri pada daerah sekitar karang. Dan biasanya sangat jinak dengan para penyelam. Ikan ini biasanya biasanya tidak terusik dengan aktivitas para penyelam.

Salah satu keunikan hewan ini adalah lingkar bola matanya yang dapat melihat arah sudut pandang sampai 180 derajad. Kebiasaan hidup sendiri pada kedalaman tertentu membuat hewan ini sangat dinantikan oleh para penyelam untuk melihat atau bahkan memotret hewan ini. Biasanya ikan berenang sendiri mencari makan didaerah dekat karang, karena makanannya yang berupa beberapa jenis sea urchin, molusca dan crustacean memang banyak berada pada daerah sekitar karang. Ikan ini mempunyai pola reproduksi yang hermaphrodite. Biasanya ikan ini lahir sebagai hewan jantan dan akan berubah menjadi betina saat menjelang dewasa.

Sehingga kadang ditemukan dominasi jantan pada satu populasi ikan kecil sampai ukuran sedang dan akan berubah menjadi dominasi populasi betina saat mendekati matang gonad. Ini memang fenomena unik dialam yang merupakan salah satu strategi sebagian besar hewan laut utntuk mempertahankan kehidupan populasi mereka.


Sampai saat ini sangat kurang penelitian yang mengungkap pola adaptasi yang bisa dikembangkan oleh ikan yang satu ini yang jelas bahwa sampai saat ini populasi hewan ini sangat kecil dan merupakan salah satu ikan yang sangat dilindungi. Populasi ikan ini biasanya didapatkan pada daerah-daerah yang jauh dari kegiatan pengeboman karena dari beberapa pengalaman para penyelam, mengatakan bahwa ikan napoleon akan sangat jarang ditemukan pada daerah dengan kondisi karang yang sudah rusak akibat pengeboman dan atau daerah yang banyak menggunakan potassium sianida. Ini menggambarkan bahwa keberadaan ikan ini sangat tergantung pada ekosistem yang terjaga.

Mahalnya perdagangan ikan ini merupakan salah satu penyebab populasi ikan ini sangat jauh berkurang dialam. Warna daging yang putih lembut dengan rasa yang sangat lezat, membuat ikan ini semakin diburu. Beberapa Negara yang dicatat sebagai pengimpor ikan ini adalah Singapura, Cina, Hongkong dan Jepang. Juga pernah dicatat beberapa pesanan berasal dari Canada, Amerika dan beberapa nagara di Eropa. Walau dilakukan dengan tidak resmi, sampai sekarang masih didapatkan beberapa kasus penyeludupan hewan ini keluar dari Indonesia.

Ikan ini merupakan salah satu ikan yang sangat dilindungi dan dilarang perdagangannya saat ini. Oleh International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), ditetapkan ikan Napoleon sebagai salah satu ikan yang dilindungi di dunia karena ikan ini telah langka dan terancam populasinya dialam. Pada COP 13 CITES di Bangkok, Thailand pada tanggal 2 – 14 Oktober 2004 negara-negara anggota CITES telah menyepakati untuk memasukan jenis ikan ini kedalam Appendiks II CITES dan selanjutnya dalam pemanfaatannya harus sesuai dengan ketentuan CITES, karena Indonesia merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi CITES sesuai Keputusan Presiden Nomor : 43 Tahun 1978 tentang Pengesahan Convention on International Trade In Endangered Species (CITES) of Wild Fauna and Flora.

Dimana pengaturannya di Indonesia dilaksanakan oleh Departemen Kehutanan c.q. Dirjen PHKA selaku otoritas pengelola CITES. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka pemanfaatan Ikan Napoleon Wrasse (Cheilinus undulatus) yang tidak dilindungi undang-undang dan termasuk dalam Appendiks II CITES dalam penatausahaannya diatur sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar, yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor : 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SumberDaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Pemerintah Nomor : 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.


Khusus untuk dibeberapa perairan Indonesia, kita dapat menemukan ikan ini hidup disekitar daerah sekiatar Irian (raja empat dan sekitarnya) , perairan Sulawesi tenggara (kabupaten Buton, Perairan Wakatobi dan sekitarnya) , Periaran Sulawesi Utara (Bunaken dan sekitarnya), Perairan Nusa Tenggara (Sikka dan sekitarnya), perairan Sulawesi selatan (Takabonerate dan sekitarnya), Perairan Maluku.

Namun demikian karena maraknya pengiriman secara illegal ikan ini ke Singapura, membuat ikan ini telah mulai langka dan sangat sulit untuk ditemukan. Walaupun dicanangkan sebagai salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia, tidak menyusutkan niat beberapa pencari dan pedagang ikan untuk menjual ikan ini. Bahkan dengan dilindunginya ikan ini membuat harganya semakin mahal dan semakin menantang mereka untuk menangkap dan menjualnya.

Sangat disayangkan jika keberadaan ikan ini akan musnah dari parairan Indonesia. Sebagai salah satu hewan yang mempunyai bentuk yang cantik, anggun, gemulai dan bersahabat dialam, menjadikan ikan ini sangat dekat dengan beberapa penyelam. Keberadaan ikan ini dibeberapa daerah penyelaman menjadikan pengalaman tersendiri yang tak terlupakan bagi para penyelam. Bahkan dibeberapa Negara ada yang menawarkan paket berenang dengan hanya untuk menyaksikan keberadaan beberapa jenis ikan ini dialam.

Ini merupakan investasi alam yang sangat berharga untuk jangka panjang. Sebagian besar masyarakat kita tidak mengerti akan keberadaan hewan ini bahkan ironisnya dibeberapa tempat, ikan ini diburu untuk disantap menjadi makanan keseharian mereka.
Minimnya kesadaran akan beberapa jenis hewan yang semakin berkurang dialam menjadikan mereka seakan tidak perduli dengan hewan ini.

Untuk itu akan sangat diharapkan peran dari semua pihak untuk bersama-sama menjaga keberadaan hewan dan ikan-ikan yang dilindungi.
Kita sangat mengharapkan peran pemerintah untuk lebih tegas dalam mengawasi dan melarang perdagangan hewan ini, pertisipasi semua pihak untuk menjaga keberadaan ikan ini dialam.


Akan sangat indah bagi kita jika saat melakukan perjalanan kedaerah-daerah pantai dekat karang menyaksikan ikan ini berenang dengan gemulai dan indah atau suatu saat anda mempunyai kesempatan untuk snorkling atau diving didaerah sekitar karang menemukan ikan ini berenang bebas bersama anda karena sifat yang bersahabat dari ikan ini.
Dengan tidak memburunya dialam dan membiarkannya tetap hidup dan berkembang biak dialam kita sudah berperan sangat besar dalam menjaga ikan ini. Kita tidak akan berharapa kalau ikan ini hanya tertempel didinding sebagai suatu gambar atau poster yang dengan catatan “Ikan ini Pernah ada diperaiarn Indonesia”.

Akan sangat mungkin untuk melakukan upaya restoking bagi beberapa hewan dan ikan seperti Napoleon dialam. Tentunya peluang untuk membuat tempat perkembangbiakan ikan ini pada suatu kawasan bahkan tempat tertentu merupakan salah satu jalan keluar yang mungkin dapat dilakukan. Tentunya dengan kepedualian dan perhatian dari berbagai pihak terutama pemerintah.
http://maruf.wordpress.com/2008/06/09/mengenal-ikan-napoleon/




10 CANDI MEWAH DI DUNIA 

1. Tiger’s Nest Monastery, Bhutan

2. Wat Rong Khun Chiang Mai, Thailand


3. Candi Prambanan, Indonesia


4. Shwedagon Paya (or Pagoda), Myanmar


5. kuil surga di Beijing, China.


6. kuil Chion-ijepang.


7. Borobudur, magelang Indonesia


8. kuil emas, Amritsar, Punjab, india
9. Sri Ranganathaswamy, india


10. Ankor Wat, kambojahttp://www.bestpicturegallery.com/Angkor-Wat-Cambodia-Garion88-best-picture-gallery.jpg
Sumber: http://hermawayne.blogspot.com/2009/02/10-candi-paling-mewah-di-dunia.html






 

Selasa, 18 Januari 2011

music is my inspirations

Nobody knows
(hero's come back)

Tooku de kikoeru koe wo hitori
Hitori mata hitori de chi agaru toushi
Kurikaesu dake no fudan doori
Itsu ga iku jumbi ii are you ready?

Karadajuu fuu no wa shinzou ni
Hageshiku chi narase yo stoping
Taeru tsuki wo ukasu call me
Kawarisugiru ga nuki ka story

Come on everybody stand up
Agero kyou ichiban no jikan da
Me ni mo tomoran no speed wo handa
Dare mo nobinattori ko kanba yeah

Come on everybody hands up
Mata ashita no Hero's comeback
Tsuujou kazoe hibi wo countdown
iku ze, 3-2-1 make some noise

Hey yo mou basho nori tsuku wa kakugo desho
Nankai korondatte tatsu get it on
Nade aida naze kami hito e no seisho
Irikunda kanjou kizuki ageta desho

Mochiagaru kansei ga yuuki to naru
Tashiagareba ima kurushimi tomonau
Sore demo saikou wa kitto aru
Subete sarau to shouri no kansei

Everybody stand up
Agero kyou ichiban no jikan da
Me ni mo tomoran no speed wo handa
Dare mo nobinattori ko kanba yeah

Come on everybody hands up
Mata ashita no Hero's comeback
Tsuujou kazoe hibi wo countdown
ikuzo, 3-2-1 make some noise


Trouble is a freind
(Lenka)

Trouble will find you no mater where you go, oh oh.
No Matter if you're fast no matter if you're slow, oh oh.
The eye of the storm and the cry in the morn, oh oh.
Your fine for a while but then start to loose control.

Chorus 1:
He's there in the dark,
he's there in my heart,
he waits in the winds
he's gotta play a part.
Trouble is a friend,
yeah trouble is a friend of mine. oh oh!

Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh.
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh.
He sees what I see and he knows what I know, oh oh.
So don't forget as you ease on down the road.

Chorus 1

Chorus 2:
So don't be alarmed if he takes you by the arm.
I won't let him win, but im a sucker for his charm.
Trouble is a friend,
yeah trouble is a friend of mine. Oh oh!

Oh how I hate the way he makes me feel.
And how I try to make him leave; I try.
Oh Oh I try!

Chorus 1

Chorus 2

Oh, Oh.