PENGKHIANATAN TERHORMAT
(Season One)
Awan
bersahabat pagi ini. Kelembutannya terbawa bersama hembusan angin hingga terasa di kulit. Cahaya kuning menghiasi angkasa
yang kebiruan. Tatapan langit melukiskan putri yang menyibakkan rambut panjang
berderetan sebagai salam sapanya. Suasana begitu menyegarkan jiwa yang baru
terbangun dari kematian sesaat.
Hidup
mewah yang menorehkan kemegahan, tak
semudah menjalaninya. Bagaimana akan memulai kehidupan yang baik jika pilihan
kita mengharuskan orang akan menganggap kita sebagai penghianat dan penjahat
kelas kakap? Tidak ada satu pun orang yang akan mampu menghadapinya selain
diriku.
Aku
terlahir dari golongan keluarga yang terhormat dan terhebat yang pernah ada di
desaku. Banyak golongan keluarga lain yang merasa iri terhadap keluargaku.
Golongan keluargaku mendapat posisi penting dalam desa sebagai kepala keamanan
yang memiliki peran melindungi desa dari mara bahaya desa lain. Aku mempunyai
seorang adik yang sangat ku sayangi. Apapun akan aku perjuangkan demi kehidupannya,
bahkan ku korbankan nyawaku.
Kedekatan
kami lebih sekadar kakak dan adik, tetapi sudah luar biasa dekat sehigga hati
ini sudah menyatu. Adikku ini sangat manja terhadapku. Dia selalu meminta
bantuan untuk berlatih. Ketika tak bisa membantunya, aku selalu memanggil dan
menyentil dahinya sebelum sampai di depanku. Kebiasaan itu selalu
berkelanjutan.
Sejak
kecil aku mempunyai kecerdasan dan kemampuan yang di luar batas, saat umur 7
tahun aku sudah lulus dari akademi. Kehebatan dan kejeniusan yang kumiliki
membuat pemimpin desa kagum dan memasukan ke dalam pasukan khusus untuk menjaga
desa dari dalam. Pasukan khusus ini mengahruskan aku untuk bekerja sangat
terampil, tersembunyi, tercepat dan tanpa meninggalkan jejak.
Inilah
awal dari dilema hidup yang kualami. Aku akan menjadi sebuah mesin pembunuh
yang akan menghilangkan hatiku sebagai manusia demi sebuah misi terhormat. Kehidupanku
kini bagai buah simalakama “ di mana jika tidak aku lakukan maka akan terjadi
kehancuran, jika ku lakukan maka akan menghilangkan keluargaku.” Aku berada di
dua sisi koin yang saling melengkapi namun salah satunya harus tertutup saat
tergeletak.
Masuknya
aku dalam pasukan khusus desa telah disetujui oleh ayahku. Di balik
persetujuannya aku telah diberikan misi khusus oleh golongan keluargaku untuk
memata-matai dan mengorek informasi desa. Ternyata golongan keluargaku yang di
pimpin oleh ayahku akan melakukan pemberontakan terhadap desa yang notabene
adalah desa mereka juga.
Pemberontakan
itu di mulai saat para anggota berpikir negatif terhadap peraturan desa.
Pemikiran tersebut timbul karena kondisi pemukiman golongan keluarga yang diletakan di pinggir
desa. Namun tujuan sebenarnya yaitu untuk menguasai desa.
Aku
adalah manusia yang suka damai. Aku tidak suka membunuh kecuali dengan
terpaksa. Aku tidak suka juga
dengan peperangan.
………………………………...........................................Bersambung!!!