Edisi Telaga Sarangan dan
Grojokan Tirtosari
Minggu,
14 Juni 2015, Perjalanan kali ni menyiratkan arti, tak banyak kesempatan untuk
bisa menikmati pengalaman ini. Meski hanya berdua saja perjalanan cukup menyenangkan,
dikarenakan dari ketidaksengajaan menjadi peristiwa yang tidak akan terlupakan.
Dengan rencana memperbaiki HP di sebuah Galeri HP di daerah Demangan kota
Madiun.
Perjalanan
yang cukup jauh dari Madiun ke Magetan, tapi dengan tekad berdua hal itu
semakin yakin dan semangat. Tak perlu susah untuk menemukan tempat wisata ini,
hanya perlu mengikuti plang jalan disetiap perempatan jalan raya. Memasuki
jalan raya di daerah sekitar Sarangan membuat minder. Seperti biasa, memang
untuk medan jalanan yang menanjak dan tikungan apalagi daerah pegunungan membuat
pesimis karena belum ahli…. Hehehhee
Dengan
sabar dan tertatih-tatih melawan medan jalan itu, akhirnya sampai juga di
temapat tujuan. Sebelum masuk area Wisata harus membayar tiket Rp. 10. 000 per
orang. Di sana sepeda motor di parkir dengan aman. Dengan berjalan kaki sambil
menikmati keindahan telaga itu keputusan yang benar, meski sangat jauh dan
melelahkan.
ke
Telaga Sarangan, rugi kalau tidak menuju air terjun Tirtosari. Letaknya di
dekat Telaga Sarangan, untuk masuk ke kawasan itu harus membayar tiket Rp. 4000
per orang. Meski terlalu jauh untuk ke air terjun tetap saja pergi ke sana
dengan jalan kaki. Sebenarnya sebelum naik ketanjakan tangga menuju air terjun
bisa naik ojek, tapi jalan kaki jadi pilihan karena bisa melihat pemandangan
pegunungan dan merasakan kesejukannya.

Ada
cerita lucu saat berjalan, tiba-tiba ada seorang kakek yang berbicara tiba-tiba
dan menuntun perjalanan sambil bicara soal keadaan jalan dan air terjun.
Padahal tidak ada yang minta tapi terus saja mengikuti sambil terus bicara,
saat berhenti beliau ikut berhenti…….ooooo ternyata tour guide…. hahahha ….yaudah saat diperjalanan ada mushola,
diputuskan untuk sholat dhuhur dan ashar dijamak saja. Ternyata kakek itu masih
ada, dengan bereyel-eyelan… hehehehe
bahasa nyleneh.yah…dikasih aja uang Rp. 10. 000 dan dicukupkan sampai di situ
saja karena nanti kalau sampai di tempat tujuan tambah mahal…hehehehe
Sampai
di tangga tanjakan nafas sudah mulai terengah-engah dan kembang kempis…. Maklum
tak terbiasa. Di sepanjang jalan ada penjual
tongkat untuk membantu berjalan. Masih muda jadi tidak perlu, langsung saja
jalan. Di tengah perjalanan berhenti sebentar untuk membeli minuman ringan dan
berfoto-foto dengan background pegunungan
yang menawan, seperti di luar negeri. Hehehehhe……. Minuman ringan dan
pemandangan itu membuat tenaga kembali terisi karena gelak tawa yang
menyegarkan. Wahhhh….. itulah ungkapan pertama saat tiba di air terjun.
Air
terjun sangat tinggi dan airnya sangat dingin. Tentu saja, selain menikmati
keindahan dan pesonanya. Tidak lupa…et….tidak akan terlewatkan momen-momen itu
untuk berfoto. Hehehehe… dengan kamera HP seadanya, berfoto-foto ria dengan
berbagai pose. Sebenarnya ingin mandi, tapi tak bawa baju ganti jadi tak
usahlaah. Di lokasi juga ada juru foto yang siap membantu pengunjung untuk
mengabadikan momen di air terjun hanya dengan membayar Rp. 10. 000 per foto
langsung cetak dan jadi, siap dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.
Hari
semakin sore, turun dari air terjun dengan kaki agak pegal-pegal. Tiba di Telaga,
makan dulu sate kelinci dengan Rp. 10.000 untuk 10 tusuk dan Rp. 2000 satu
porsi lontong, sambil menikmati pemandangan telaga dan orang-orang yang
berteriak-teriak saat naik boat berkeliling
telaga. Selesai makan dilanjut beli souvenir baju bertuliskan Telaga Sarangan,
kemudian oleh-oleh sayuran segar dan buah yang menarik, yaitu buah kesemek,
ternyata buah itu enak seperti buah sawo. Kata pedagangnya, buah itu hanya
panen di bualan Juni dan khasiatnya untuk menguatkan jantung.
Sebelum
pulang, masing foto-foto di gedung yang di bawahnya pemandangan alam sore hari
yang menyejukan badan. Ternyata di parkiran hanya tinggal motor satu, tentu
saja motor itu…. Hehehhehe tukang parkir bergurau akan meninggalkan tapi mereka
setia dan menunggui. Karena parkir tutup jam 5 sore.
Pulanglah
……… dan suasana sore membuat keinginan untuk berhenti sejenak di alun-alun
Magetan. Lumayan segar saat di alun-alun. Berfoto-foto sampai magrhib, suasana
semakin petang diputuskan untuk pulang. Ealah………saat pulang salah jalan, terus
berputar-putar di magetan, dan justru salah jalan lagi. Kebingungan disertai
rasa sedikit takut juga, soalnya nyasar dari Magetan kemudian ke Paneakan terus
Traken atau Tarakan jalan yang sangat
jauh ternyata sampai ke tempat semula yaitu Demangan Madiun, tempat di mana
galeri service HP….hah… berdua bergumam slah ambil perempatan saat di Magetan.
Ya
sudahlah… memang terjadi. Sampai jam 7 malam lebih sedikit diputuskan untuk
makan malam di warung ayam goreng di pinggir jalan Madiun. Selesai makan pulanglah…..
diperjalanan pulang masing saja ceroboh, bensin habis tapi masih beruntung
karena bertepatan dan pas di dekat POM, meski harus dorong motor sebentar…
hehehhehehe……. Akhirnya, sampai juga di Ngawi dan rumah masing-masing. Sampai
rumah jam 9 malam lebilah…….
Benar-benar
pengalaman yang menyenangkan, menakjubkan dan ceroboh tapi penuh gelak tawa
…..hehehehhe






