Rabu, 13 Mei 2015

JUARA DARI BARANG TERLUPAKAN
(MULIA BERKARYA)

            THE MASTER, itulah sebutan anak-anak mading SMP muhammadiyah 5 Ngawi. Kreator-kreator muda berbakat yang telah membuat gagasan tentang polusi yang terbentuk dari limbah yang sudah dilupakan. Limbah yang menggunung, jika tidak diolah kembali akan berdampak buruk bagi kesehatan diri sendiri maupun lingkungan yang kita tinggali. Oleh karena itu, The Master berpikir bagaimana cara mengurangi limbah di lingkungannya tanpa harus melakukan pemusnahan seperti pembakaran sampah.
            Berawal dari sebuah keprihatinan terhadap lingkungan dan rasa cinta tanah air, tim mading SMP Muhammadiyah 5 ngawi menemukan cara alternatif, ramah lingkungan serta mudah dalam pengolahan sampah tersebut yaitu dengan majalah dinding. Akan tetapi, tidak seperti mading di sekolah-sekolah lainnya. Misalnya, tim mading the master tidak hanya menempelkan koran baru yang dijual di pasar-pasar. Tim mading SMP Muhammadiah 5 ngawi ini sangat kreatif, mereka mengumpulkan berita dari Koran bekas lalu merubah latar belakang yang tadinya membosankan untuk dibaca menjadi sekutip cerita yang menarik pembaca di semua kalangan.
Pengolahan bahan bekas tidak hanya dari Koran. Benda-benda bekas yang lainnya pun diubah menjadi sebuah karya seni dengan tampilan yang menarik dan memukau banyak orang. Seperti halnya kardus-kardus bekas dan botol bekas yang diolah menjadi karya miniature kota Ngawi yang indah.
            Merekapun telah mengikuti berbagai lomba, seperti  Lomba Mading 3D Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan mendapat penghargaan juara 1, hal seperti itu tentu bukan sesuatu yang diraih secara mudah, mereka rela mengorbankan tenaga serta waktu bermain mereka untuk berkarya demi mengharumkan nama sekolah dan membanggakan orang tua. Tak hanya itu mereka baru saja memenangkan sebuah lomba mading yaitu Lomba Mading 3 dasawarsa yang diadakan oleh SMK Panter, tentu saja mereka sangat berbahagia dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.
            Hal-hal seperti itu tidak akan terjadi tanpa niat usaha dan doa, pembina mereka pun pernah berkata,” Jika ada kemauan tak ada yang mustahil”. Mereka pun dapat menyelesaikan masalah yang tak diharapkan seperti karya yang dirusak oleh murid yang jahil, karya yang rusak dan jatuh terkena angin dan sebagainya.
            Semoga anak-anak yang berbakat seperti mereka dapat membagikan ide-ide dan kekreatifan mereka kepada orang-orang lain agar sampah di Indonesia berkurang serta polusi semakin kecil sehingga tercipta Indonesia yang bersih dan sejuk.
BY: Fajar Annas Abdillah/ VIII