TEROR KORUPSI DENGAN KEMURNIAN HATI
Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia
lainnya. Manusia yang baik akan berusaha untuk menghindari hal-hal yang buruk
bagi dirinya maupun orang lain. Tidak diperlukan manusia yang pintar maupun
bodoh untuk hal itu. Setiap manusia sudah terbekali akal budi pekerti, sehingga
tidak akan mau menjadi manusia merugi selama hidup di dunia bahkan di akhirat
nanti.
Tidak akan ada manusia yang ingin rugi, itu tentunya.
Tetapi, banyak sekali manusia yang ingin melihat manusia lainnya merasakan
kerugian. Sekali membuat orang lain rugi, maka akan membuat dirinya sendiri
akan merasakan kerugian yang lebih. Hal buruk yang dilakukan kepada orang lain
pasti akan mendapat balasan sesuai dengan keburukan yang dilakukan.
Banyak orang berkata “hidup itu adalah pilihan”. Menurut
saya itu tidak sepenuhnya benar, memang saat terdapat dua pilihan, tentunya
harus memilih salah satu. Jika pilihan itu antara kebaikan dan keburukan,
biasanya orang akan memilih hal yang paling menguntungkan bagi dirinya tanpa
memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh karena itulah, saya
berpendapat “Hidup adalah penentuan sikap”. Saat bersikap, manusia akan
cenderung memiliki integritas dalam dirinya untuk menentukan mana yang lebih
baik bagi dirinya maupun untuk orang lain.
Itulah sebabnya, saya bahas hal di atas mengenai orang yang
bermanfaat, kebaikan , keburukan, pilihan dan sikap secara sekilas. Karena
hal-hal tersebut bisa menjadi renungan untuk mencegah, menghindari dan melawan
adanya potensi tindak korupsi yang akan muncul dalam jiwa manusia. Tindak
korupsi sama sekali tidak mencerminkan kebaikan pada diri manusia, hanya
segudang keburukan yang ada pada tindakan tersebut. Sudah jelas tindakan itu
hanya akan menyesengsarakan orain lain. hal itu sudah dijelaskan dalam
Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 188, Allah berfirman:
“Dan janganlah
sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang
batil dan (janganlah) amu membawa (urusan)harta itu kepada hakim, supaya kamu
dapat memakan sebagian daripada harta benda oran lain itu dengan (jalan
berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui” . Dalam ayat tersebut sudah jelas
korupsi sangat dilarang keras oleh Allah swt.
Saat melihat banyaknya pelaku korupsi di Negara ini, mungkin
banyak orang yang sangat geram pada mereka. Masyarakat mungkin bertanya-tanya,
mengapa orang-orang yang berpendidikan, memiliki jabatan, dipercaya yang mampu
membangun dan mencerdaskan serta memajukan bangsa malah justru menjadi benalu
bagi negaranya. Pertanyaan tersebut tidak mungkin dijawab oleh para
koruptor-koruptor tersebut. Jika memang mereka mampu menjawab dengan jujur maka
akan ada kejelasan tentang tidak korupsi dan hukumannya. Karena selama ini
masyarakat masih bingung, setiap koruptor di sidang pasti berlarut-larut dan
mereka masih mendapat kenyamanan. Lupakan saja tentang koruptor-koruptor itu,
mereka telah membuat Lubang Di Hati mereka masing-masing.