Senin, 01 Februari 2016

LIHATLAH !!!

TEROR KORUPSI DENGAN KEMURNIAN HATI

                Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Manusia yang baik akan berusaha untuk menghindari hal-hal yang buruk bagi dirinya maupun orang lain. Tidak diperlukan manusia yang pintar maupun bodoh untuk hal itu. Setiap manusia sudah terbekali akal budi pekerti, sehingga tidak akan mau menjadi manusia merugi selama hidup di dunia bahkan di akhirat nanti.
               Tidak akan ada manusia yang ingin rugi, itu tentunya. Tetapi, banyak sekali manusia yang ingin melihat manusia lainnya merasakan kerugian. Sekali membuat orang lain rugi, maka akan membuat dirinya sendiri akan merasakan kerugian yang lebih. Hal buruk yang dilakukan kepada orang lain pasti akan mendapat balasan sesuai dengan keburukan yang dilakukan.
              Banyak orang berkata “hidup itu adalah pilihan”. Menurut saya itu tidak sepenuhnya benar, memang saat terdapat dua pilihan, tentunya harus memilih salah satu. Jika pilihan itu antara kebaikan dan keburukan, biasanya orang akan memilih hal yang paling menguntungkan bagi dirinya tanpa memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh karena itulah, saya berpendapat “Hidup adalah penentuan sikap”. Saat bersikap, manusia akan cenderung memiliki integritas dalam dirinya untuk menentukan mana yang lebih baik bagi dirinya maupun untuk orang lain.
              Itulah sebabnya, saya bahas hal di atas mengenai orang yang bermanfaat, kebaikan , keburukan, pilihan dan sikap secara sekilas. Karena hal-hal tersebut bisa menjadi renungan untuk mencegah, menghindari dan melawan adanya potensi tindak korupsi yang akan muncul dalam jiwa manusia. Tindak korupsi sama sekali tidak mencerminkan kebaikan pada diri manusia, hanya segudang keburukan yang ada pada tindakan tersebut. Sudah jelas tindakan itu hanya akan menyesengsarakan orain lain. hal itu sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 188, Allah berfirman:
            “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) amu membawa (urusan)harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda oran lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui” . Dalam ayat tersebut sudah jelas korupsi sangat dilarang keras oleh Allah swt.

             Saat melihat banyaknya pelaku korupsi di Negara ini, mungkin banyak orang yang sangat geram pada mereka. Masyarakat mungkin bertanya-tanya, mengapa orang-orang yang berpendidikan, memiliki jabatan, dipercaya yang mampu membangun dan mencerdaskan serta memajukan bangsa malah justru menjadi benalu bagi negaranya. Pertanyaan tersebut tidak mungkin dijawab oleh para koruptor-koruptor tersebut. Jika memang mereka mampu menjawab dengan jujur maka akan ada kejelasan tentang tidak korupsi dan hukumannya. Karena selama ini masyarakat masih bingung, setiap koruptor di sidang pasti berlarut-larut dan mereka masih mendapat kenyamanan. Lupakan saja tentang koruptor-koruptor itu, mereka telah membuat Lubang Di Hati mereka masing-masing.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar