Sabtu, 31 Januari 2015

MULIA NEWS (SMP MUHAMMADIYAH 5 NGAWI)



TAUSIAH

Mutiara Istighfar
Oleh : Risqi Yuwanawati, S.Pd

Setiap manusia tidak akan pernah lepas dari "dosa", baik kepada sesama maupun Khaliqnya. Menyadari akan sisi kemanusiaan itu, Islam menegaskan dalam ajarannya, "Janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa", dengan menawarkan ’Istighfar" sebagai alatnya.
Manusia adalah makhluk lemah, dia adalah tempatnya salah dan lupa. Dia memiliki nafsu dan ada juga setan yang selalu menggodanya. Nafsu dilukiskan oleh Nabi Yusuf As, sambil mengakui kelemahannya sendiri, dengan pernyataannya : “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali dirahmati oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Begitulah ucapan Nabi mulia Yusuf As, sebagaimana diabadikan dalam QS. Yusuf [12]: 53.
Di sisi lain, setan pun telah siap menjerumuskan manusia. Dia pernah bersumpah di hadapan Allah, “Saya benar-benar akan duduk (menghadapi) mereka di jalan Engkau yang lebar lagi lurus, kemudian saya pasti akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan, Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”.
Tidak banyak yang dapat selamat dari godaan setan atau rayuan nafsu. Banyak yang terjerumus secara sadar atau tidak. Karena itu, kita harus beristighfar. Nabi Muhammad Saw. pun diperintahkan untuk beristighfar (QS. Muhammad [47] : 19), kendati beliau adalah manusia teragung dan dosanya yang telah dan akan dilakukan telah diampuni oleh Allah Swt. (QS. Al-Fath [48]: 2). Tidak kurang dari seratus kali sehari beliau bertaubat dan beristighfar. Jika manusia agung saja begitu halnya, maka bagaimana dengan kita? Kesalahan yang disengaja terhadap Allah dan sesama makhluk tidak sedikit yang kita lakukan, aib dan kekurangan kita pun sungguh banyak, yang terlihat atau tidak terlihat. Dari sini, memohon ampunan (istighfar) harusnya menjadi kebutuhan yang tidak boleh kita tinggalkan. Wallahualam bissawab.



Salam Redaksi

Alhamdullillah SMP Mulia (Muhammadiyah 5 Ngawi) pada kesempatan ini telah menerbitkan buletin edisi pertama setelah beberapa waktu sebelumnya vakum.  Misi berdakwah di jalan Allah dengan pedoman Al Quran dan hadist serta sunah Rosulullah telah menjadi semangat kader-kader SMP Mulia dalam memahami islam yang sebenar-benarnya. Keterbukaan terhadap kemajuan disiplin ilmu digunakan juga sebagai ladang berkarya bagi siswa.
Terbitnya buletin ini semata-mata ingin berbagi dan bertukar  wawasan ilmu agama maupun ilmu umum. Karena “Besi kalau diasah terus-menerus akan menjadi jarum”, yaitu kesungguhan, kerja keras, dan ketekunan menuntut ilmu adalah kunci sukses. Kesuksesan dan pencapaian tidak akan terlaksana kecuali kita memfokuskan usaha dan berani mengambil risiko serta memiliki komitmen untuk menjalankannya.
Usaha yang gigih dari kader-kader SMP Mulia telah ditunjukkan dengan hadirnya buletin yang kemudian diberi nama “ Mulia News” ini. Buletin ini dapat meningkatkan minat dan bakat siswa untuk menuangkan kemampuannya melalui karya dan naskah, serta dapat memotivasi siswa agar minat baca selalu menjadi kebiasaan yang positif.
Kemampuan menulis dan berkarya sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan, kemampuan berkarya tidak akan tercapai tanpa adanya media yang tepat untuk menyampaikannya. Buletin ini sebagai salah satu sarana atau media untuk dapat mengekspresikan karya, sehingga orang lain dapat menikmatinya. Buletin ini masih sangat sederhana dan banyak kekurangan sehingga perlu penanganan yang intensif, untuk itu kami tim redaksi mohon saran dan kritik yang bersifat membangun.
“Ingatlah bahwa penundaan adalah Silent Killer. Tidak perlu menunggu segala sesuatunya sempurna untuk memulai sesuatu. Yang diperlukan hanyalah sebuah tindakan……… Tindakan Untuk Memulai”.


                                                                                                                       Redaksi



Pelindung
Drs. Hadi Mustofa, M. Pd. I
(Kepala SMP Muhammadiyah 5 Ngawi)
Penasehat
Wakhid, S. H. I
(Wakasek Kesiswaan)
Pemimpin Redaksi
Ruruh Satri Pangestuti, S. Pd
Dewan Redaksi:
Layout:
Erphan Prasetyo
M. Naufal
Editor:
Danang mahmudi
Handika kalanover
Reporter:
Risqi Yuniawati
Warda Fajria Faradisa
M. zaky
Publikasi :
Feri
Nia Sonia
M. Naufal
Kontibutor:
Semua Anggota Ekskul Buletin

Alamat Redaksi:
SMP Muhammadiyah 5 Ngawi
Alamat Jl. KH. Ahmad Dahlan 26 Ngawi
Telp. 0351- 743511, Email: smppadmanaba@yahoo.co.id, website: smpmuh5ngawi.sch.id

Redaksi menerima kiriman naskah berupa artikel maupun berita dari pembaca, redaksi berhak mengedit naskah yang akan dimuat.





KARYA SISWA DAN GURU

Bermain Imajinasi dengan Puisi


Tanah Raja

Sekelibatan sampur merah
Suara merdu alunan srambang
Menyiratkan semburat kedamaian
Di tengah jajaran kayu bambu

Manusia purba yang meninggalkan tapak
Dalam ketenangan dan sejarah
Tembok besar dari para kompeni
Saksi bisu hidupnya kota Ngawi

Di ufuk timur matahari menerpa sang Lawu
Kepulan asap sesembahan Srigati
Menudingku untuk kembali
Pada kota kenangan yang penuh arti

Dalam ingat masih terngiang
Lekuk si orek dengan sejuta makna
Tanah Raja milik sang dewa
Ngawi ramah yang berbudaya

Oleh: Warda Fajria Faradisa, IX A
(juara I class meeting 2014/2015 dengan tema Budaya Ngawi)



Lorong-lorong Cahaya

Relung kaki bergemih perih
Mengeja tapak yang tak mau menanti
Helaian pasir mengusik janji
Membinasakan goresan yang pecah
Mencabik-cabik malam sunyi

Saat ku tersendat di jalan dakwah
Meghunuskan amanah di gusaran hati
Serasa pulang dari medan Mu’tah
Yang berjuang sampai tanpa kaki

Ku meratapi kaki langit
Menyangga padang sabana berwarna biru merona
Mencoba menggoreskan cahaya di lahan yang sempit
Di atas dunia yang fana

Meninggalkan tiruan langkah yang harus ku tempuh
Menyusuri lorong metafora jalan dakwah
Tak lagi mewariskan keluh kesah
Sampai ku berpijak di pelataran jannah

Danang Mahmudi