Rabu, 24 Juni 2015

JONGGOL MENGELUS PENGANTIN

     Liburan semester ini bertepatan dengan puasa ramadhan 1436 H, Wah....pasti tidak sempat liburan bersama keluarga atau teman atau dengan teman dekat....hehehe ....... ternyata pikiran itu salah. Sehari sebelum puasa salah satu teman mengusulkan ide untuk pergi refreshing. Yaaa..........itu ide yang bagus, setuju saja dengan ide itu. 
Sekitar pukul 10.00 WIB berangkat menuju tempat yang akan dijadikan tujuan refershing, meskipun hanya berdua. Tujuan pertama adalah ke Watu Jonggol, Kec. Sine, Kab. Ngawi, karena tempat wisata alam itu tergolong baru dan memiliki pesona alam yang berbeda dengan wisata alam yang ada di Kab. Ngawi. Sudah sampai di Sine malah kebablasan ke jalan Wisata Jamus. Saat sudah sampai di daerah Sine tepatnya di kotanya, akan ada petunjuk jalan untuk menuju ke wisata Watu Jonggol. 
      Ahhhhhhh ...........sudah mengikuti petunjuk ehhhhh....tersesat juga. Sudah naik motor sangat jauh ternyata tersesat sampai jalan buntu. Akhirnya memutuskan untuk bertanya pada penduduk setempat, padahal sudah tanya tetap saja kebingungan dan masih tersesat.....hehehhehe ...maklum memang baru pertama ke Sine. Pribahasa "Malu bertanya tersesat di jalan" itu memang benar...Hehehehe... dengan keputusasaan yang melanda karena kondisi sudah siang dan belum ketemu lokasinya, hampir mau pulang saja.
     Untuk mensiasati rasa malu bertanya, diputuskan untuk mencari minum dulu di warung dengan tujuan sebenarnya adalah bertanya ......hahhahaha. Saat menjumpai warung es buah yang kelihatannya segar, langsung saja belok dan minum es buah di warung itu. Di warung saling ketawa dan terheran-heran sampai tersesat dua kali meski bertanya. Selesai beristirahat, langsung saja bertanya dengan pemilik warung tentang rute Watu Jonggol...Ealah...ternyata pemilik warung juga bingung dengan rutenya, katanya rutenya susahlah, dipanggil anaknya, yang katanya sudah ke sana. Anaknya juga ribet banget jelasin dengan bahasa anak SMA lah....menurut si anak itu jalanya super susah, banyak tanjakan dan tikungan yang curam. Katanya minggu yang lalu ada yang jatuh karena remnya motornya blong .....
      Cerita itu tidak membuat gentar, terus maju dan akhirnya menemukan juga rute untuk ke Watu Jonggol. Huuhh.......ternyata benar jalannya luar biasa susah. Apalagi kondisi yang tak bisa dan tak mampu untuk mengatasi jalan tersebut. Karena setiap tanjakan tidak kuat dan yang dibonceng selalu turun, ketakutan yang berlebih membuat putus asa dan memutuskan untuk tidak jadi dan tak mungkin dilanjutkan, memutuskan untuk pulang saja. Impian untuk melihat keindahan dan Pesona Watu Jonggol telah hilang. Menyesal pasti .............hikhikhihkkkk....
Di perjalanan pulang terbesit pikiran, "Wahh...sudah jauh-jauh masak nggak jadi liburan". Ada dua pilihan ke Jamus atau ke Air Terjun Pengantin, karena dua wisata itu rutenya akan terlewati. Dengan Menimbang keindahan dan kemiripannya dengan Watu jonggol, kami putuskan untuk ke Air terjun pengantin saja. Sipppp deal ....!!!!
     Dengan cepat kilat, langsung Go ........ke Air Terjun Pengantin, Desa Hargomulyo, Kec. Ngrambe, Kab. Ngawi. Meski jalan menuju ke air terjun juga menanjak dan berkelok tapi masih sanggup deh .....hehehehe karena ini bukan untuk pertama kalinya, jadi sudah paham rutenya. kwkwkwkwkwk... sampai di tempat hanya membayar Rp. 10.000 untuk berdua beserta parkir motor sudah bisa memasuki area wisata.
     Saat berada di tempat wisata kondisinya sudah berbeda dari yang dulu, jalannya sudah tertata dan di cor. Untuk keasriannya masih seperti dulu...sungguh luar biasa. Sekarang tempatnya sudah teduh, suara kicau burung yang saling bersaut-sautan, suara air terjun, dan air terjun yang jatuh terkena sinar metari akan membentuk pelangi. Tempat yang cocok untuk berfoto-foto.... 
      Beruntung sekali pada saat itu orang-orang yang berkunjung sudah pulang sehingga sepi, wajar saja sudah jam 15.00 WIB... jadi bisa foto sepuas-puasnya tanpa ada yang mengganggu...hehhehe... kira-ira setagah jam kemudian para pengunjung lain berdatangan, kebanyakan sih pasangan anak muda ...yahhh....tak usah dipedulikan lah ... Happy aja sendiri ... pukul 16.30 WIB pulang. Di tengah perjalanan terasa lapar dan memutuskan mencari makan, pilihannya jatuh ke mie ayam bakso ceker di daerah Paron, Kec, Paron, Kab. Ngawi. Selesai makan, dilanjut pulang dan sampai rumah pukul 17.30 WIB .......Happy Ending...meski ada  Disspointed Ending nya juga... hehehhehe

Senin, 22 Juni 2015

AKU LELAKI BUKAN JIWA PENGEMIS RASA

         Kerasnya hati seseorang akan luluh dengan kerasnya kehidupan. Aku lelaki .................tak perlu dipertanyakan. Ah.....sikap angkuhku, egoisku dan rasa derajatku telah mengalahkan simpatiku pada dunia.

Ilhamilah lirik ini, tercermin diriku.....

Aku takkan pernah kau kalahkan
Walau kau coba hancurkan aku
Aku kan slalu tetap berdiri
Merasa hebat merasa kuat
Aku lelaki tak terkalahkan
meski hati ini kau patahkan
Tetap tegar untuk diriku
Melupakanmu dari hidupku

Aku memang tak sebodoh
Yang kau pikirkan
Karna ku punya semua
mimpi dan tak semudah
itu kau lenyapkan
Dan aku terlalu kuat
Untuk kau taklukkan
Trimalah ini sayang

       Tegakkan kepala, angkat dagu, tatap ke depan, jalan tegak, busungkan dada...... begitulah lelaki, haram meneteskan air mata. Siapkan diri menghunus dunia untuk membelah angkasa..........
ITULAH LELAKI !!!!!!!!!

Minggu, 21 Juni 2015

LESUNG KRISTAL KEHIDUPAN

     
     Ketika matahari mengubah julukanya menjadi mentari, tak ada yang mengusiknya. Luapan api membara berganti saja dengan kehangatan cahaya yang mengembun begitu asri, tak ada yang mencelanya. Amarah dan Emosi yang tersimpan dalam jiwa hanya mampu dipadamkan dengan rasa sabar dan ketabahan, begitulah matahari menjadi mentari.
     Layaknya manusia, bukankah mereka ingin dipuji tentang kebaikan-kebaikannya daripada kejelekanya? Sayang sekali, mereka cenderung mengucap kata pada orang hanya dengan fakta bahkan hanya dengan ujaran yang belum didengarkan langsung oleh telinganya. Perlu dipahami fakta belum tentu mampu membawa kebenaran yang sejati. Dengan kata lain, mereka selalu mencari jalan untuk kebaikannya sendiri dan mencari celah untuk kejelekan orang lain.
     Mereka hanya memproses dirinya hanya untuk mencari keuntungan sendiri, tak jarang memafatkan orang lain demi misi pribadinya. Mudahnya mereka mengombang-ngambingkan hati orang lain tanpa menimbang rasa apa yang dialami oleh orang lain. Sebenarnya orang-orang itulah yang mencabuk raga dan jiwanya dalam kemiskinan hati. 
     Hehhhh...heh...bincang-bincang hal di atas tentu tak lepas dari kata kebahagiaan. Yah....tentu saja, coba kita pikirkan manusia di dunia pasti ingin bahagia. Entah kaya, miskin maupun yang bagiamanapun kondisi mereka, tetap saja menginginkan kebahagiaan. Inilah yang menjadikan hati manusia menjadi beku, panas bahkan buta akan hadirnya hati yang lain. Padahal kebahagiaan bukanlah sesuatu yang didapat melainkan sesuatu yang dijalani. 
    Ehhhh.......jangan salah presepsi. saat kita menjalankan sesuatu dan kita bahagia tapi membuat orang tersakiti berarti itu bukan kebahagiaan. Kebahagiaan yang hakiki sebenarnya saat kita menjalankan sesuatu dan kita bahagia, lalu orang lain bahagia dengan apa yang kita perbuat itulah kebahagiaan. 
    Begitu cara kita membahagiakan diri sendiri, bahkan mampu membahagiakan orang lain. Hemmm....leganya, damainya, suksesnya hidup ini. Dengan begitu kita tidak perlu payah menceritakan apa yang kita punya dan didapat pada orang lain, itu namanya sombong dan riya'. Perbuatan itu hanya akan membelenggu kebahagiaan orang lain dan membuat orang lain malah dapat dosa, karena akan timbul rasa iri dan benci.
Marilah kita sebagai manusia menyebarkan, membagi dan menyelimuti kepada semua orang dengan kebahagiaan. OK.....
Sampai Jumpa ....................!!!!!!!!!!!!!!