Ketika matahari mengubah julukanya menjadi mentari, tak ada yang mengusiknya. Luapan api membara berganti saja dengan kehangatan cahaya yang mengembun begitu asri, tak ada yang mencelanya. Amarah dan Emosi yang tersimpan dalam jiwa hanya mampu dipadamkan dengan rasa sabar dan ketabahan, begitulah matahari menjadi mentari.
Layaknya manusia, bukankah mereka ingin dipuji tentang kebaikan-kebaikannya daripada kejelekanya? Sayang sekali, mereka cenderung mengucap kata pada orang hanya dengan fakta bahkan hanya dengan ujaran yang belum didengarkan langsung oleh telinganya. Perlu dipahami fakta belum tentu mampu membawa kebenaran yang sejati. Dengan kata lain, mereka selalu mencari jalan untuk kebaikannya sendiri dan mencari celah untuk kejelekan orang lain.
Mereka hanya memproses dirinya hanya untuk mencari keuntungan sendiri, tak jarang memafatkan orang lain demi misi pribadinya. Mudahnya mereka mengombang-ngambingkan hati orang lain tanpa menimbang rasa apa yang dialami oleh orang lain. Sebenarnya orang-orang itulah yang mencabuk raga dan jiwanya dalam kemiskinan hati.
Hehhhh...heh...bincang-bincang hal di atas tentu tak lepas dari kata kebahagiaan. Yah....tentu saja, coba kita pikirkan manusia di dunia pasti ingin bahagia. Entah kaya, miskin maupun yang bagiamanapun kondisi mereka, tetap saja menginginkan kebahagiaan. Inilah yang menjadikan hati manusia menjadi beku, panas bahkan buta akan hadirnya hati yang lain. Padahal kebahagiaan bukanlah sesuatu yang didapat melainkan sesuatu yang dijalani.
Ehhhh.......jangan salah presepsi. saat kita menjalankan sesuatu dan kita bahagia tapi membuat orang tersakiti berarti itu bukan kebahagiaan. Kebahagiaan yang hakiki sebenarnya saat kita menjalankan sesuatu dan kita bahagia, lalu orang lain bahagia dengan apa yang kita perbuat itulah kebahagiaan.
Begitu cara kita membahagiakan diri sendiri, bahkan mampu membahagiakan orang lain. Hemmm....leganya, damainya, suksesnya hidup ini. Dengan begitu kita tidak perlu payah menceritakan apa yang kita punya dan didapat pada orang lain, itu namanya sombong dan riya'. Perbuatan itu hanya akan membelenggu kebahagiaan orang lain dan membuat orang lain malah dapat dosa, karena akan timbul rasa iri dan benci.
Marilah kita sebagai manusia menyebarkan, membagi dan menyelimuti kepada semua orang dengan kebahagiaan. OK.....
Sampai Jumpa ....................!!!!!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar