JUARA DARI BARANG TERLUPAKAN
(MULIA BERKARYA)
THE MASTER, itulah sebutan anak-anak mading SMP muhammadiyah 5 Ngawi. Kreator-kreator
muda berbakat yang telah membuat gagasan tentang
polusi yang terbentuk dari limbah yang sudah dilupakan. Limbah yang menggunung,
jika tidak diolah kembali akan berdampak buruk bagi kesehatan diri sendiri
maupun lingkungan yang kita tinggali. Oleh karena itu, The Master berpikir
bagaimana cara mengurangi limbah di lingkungannya tanpa harus melakukan
pemusnahan seperti pembakaran sampah.
Berawal dari sebuah keprihatinan terhadap
lingkungan dan rasa cinta tanah air, tim mading SMP Muhammadiyah 5 ngawi menemukan cara
alternatif, ramah lingkungan serta mudah dalam pengolahan sampah tersebut yaitu
dengan majalah dinding. Akan tetapi, tidak seperti
mading di sekolah-sekolah
lainnya. Misalnya, tim mading
the master tidak hanya menempelkan koran baru
yang dijual di pasar-pasar. Tim
mading SMP Muhammadiah 5 ngawi ini sangat
kreatif, mereka mengumpulkan berita dari Koran bekas lalu merubah latar belakang yang tadinya membosankan untuk dibaca menjadi
sekutip cerita yang menarik pembaca di semua kalangan.
Pengolahan bahan bekas tidak hanya dari Koran. Benda-benda bekas yang
lainnya pun diubah menjadi sebuah karya seni dengan tampilan yang menarik dan memukau
banyak orang. Seperti halnya kardus-kardus bekas dan botol bekas yang diolah menjadi
karya miniature kota Ngawi yang indah.
Merekapun
telah mengikuti berbagai lomba, seperti
Lomba Mading 3D Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan mendapat penghargaan
juara 1, hal seperti itu tentu bukan sesuatu yang diraih secara mudah, mereka
rela mengorbankan tenaga serta waktu bermain mereka untuk berkarya demi
mengharumkan nama sekolah dan membanggakan orang tua. Tak
hanya itu mereka baru saja memenangkan sebuah lomba mading yaitu Lomba Mading 3
dasawarsa yang diadakan oleh SMK Panter, tentu saja mereka sangat berbahagia
dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.
Hal-hal
seperti itu tidak akan terjadi tanpa niat usaha dan doa, pembina mereka pun
pernah berkata,” Jika ada kemauan tak ada
yang mustahil”. Mereka pun
dapat menyelesaikan masalah yang tak diharapkan seperti karya yang dirusak oleh
murid yang jahil, karya yang rusak dan jatuh terkena angin dan sebagainya.
Semoga
anak-anak yang berbakat seperti mereka dapat membagikan ide-ide dan kekreatifan
mereka kepada orang-orang lain agar sampah di Indonesia berkurang serta polusi semakin kecil
sehingga tercipta Indonesia yang bersih dan sejuk.
BY: Fajar Annas Abdillah/ VIII
Tidak ada komentar:
Posting Komentar