Kamis, 02 April 2015

Is True Life Imajination


PENGKHIANATAN TERHORMAT
 (Season One)
Awan bersahabat pagi ini. Kelembutannya terbawa bersama hembusan angin hingga terasa  di kulit. Cahaya kuning menghiasi angkasa yang kebiruan. Tatapan langit melukiskan putri yang menyibakkan rambut panjang berderetan sebagai salam sapanya. Suasana begitu menyegarkan jiwa yang baru terbangun dari kematian sesaat.
Hidup mewah yang menorehkan kemegahan,  tak semudah menjalaninya. Bagaimana akan memulai kehidupan yang baik jika pilihan kita mengharuskan orang akan menganggap kita sebagai penghianat dan penjahat kelas kakap? Tidak ada satu pun orang yang akan mampu menghadapinya selain diriku.
Aku terlahir dari golongan keluarga yang terhormat dan terhebat yang pernah ada di desaku. Banyak golongan keluarga lain yang merasa iri terhadap keluargaku. Golongan keluargaku mendapat posisi penting dalam desa sebagai kepala keamanan yang memiliki peran melindungi desa dari mara bahaya desa lain. Aku mempunyai seorang adik yang sangat ku sayangi. Apapun akan aku perjuangkan demi kehidupannya, bahkan ku korbankan nyawaku.
Kedekatan kami lebih sekadar kakak dan adik, tetapi sudah luar biasa dekat sehigga hati ini sudah menyatu. Adikku ini sangat manja terhadapku. Dia selalu meminta bantuan untuk berlatih. Ketika tak bisa membantunya, aku selalu memanggil dan menyentil dahinya sebelum sampai di depanku. Kebiasaan itu selalu berkelanjutan.
Sejak kecil aku mempunyai kecerdasan dan kemampuan yang di luar batas, saat umur 7 tahun aku sudah lulus dari akademi. Kehebatan dan kejeniusan yang kumiliki membuat pemimpin desa kagum dan memasukan ke dalam pasukan khusus untuk menjaga desa dari dalam. Pasukan khusus ini mengahruskan aku untuk bekerja sangat terampil, tersembunyi, tercepat dan tanpa meninggalkan jejak.
Inilah awal dari dilema hidup yang kualami. Aku akan menjadi sebuah mesin pembunuh yang akan menghilangkan hatiku sebagai manusia demi sebuah misi terhormat. Kehidupanku kini bagai buah simalakama “ di mana jika tidak aku lakukan maka akan terjadi kehancuran, jika ku lakukan maka akan menghilangkan keluargaku.” Aku berada di dua sisi koin yang saling melengkapi namun salah satunya harus tertutup saat tergeletak.
Masuknya aku dalam pasukan khusus desa telah disetujui oleh ayahku. Di balik persetujuannya aku telah diberikan misi khusus oleh golongan keluargaku untuk memata-matai dan mengorek informasi desa. Ternyata golongan keluargaku yang di pimpin oleh ayahku akan melakukan pemberontakan terhadap desa yang notabene adalah desa mereka juga.
Pemberontakan itu di mulai saat para anggota berpikir negatif terhadap peraturan desa. Pemikiran tersebut timbul karena kondisi pemukiman  golongan keluarga yang diletakan di pinggir desa. Namun tujuan sebenarnya yaitu untuk menguasai desa.
Aku adalah manusia yang suka damai. Aku tidak suka membunuh kecuali dengan terpaksa. Aku tidak suka juga dengan peperangan.
………………………………...........................................Bersambung!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar