Perbedaan maupun persamaan dari kedua pengajaran bahasa tersebut. Pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sebenarnya seorang guru bahasa Indonesia harusnya bisa menggunakan sistem bilingual. Bahasa Inggris tidak serumit yang dibayangkan orang. Terlepas dari seluk beluknya, paling tidak sanggup berbicara, menulis atau menarjemahkan saja sudah menjadi nilai tersendiri bagi orang lain. Dewasa ini banyak sekolah yang menerapkan sistem bilingual untuk siswanya khususnya sekolah – sekolah yang bertaraf RSBI. Kemampuan menggunakan dua bahasa ini harus dimiliki atau dikuasai siswanya. Meskipun seorang guru bahasa Indonesia jika mempunyai kemampuan menggunakan bahasa lain, itu hal yang membanggakan untuk diri sendiri maupun orang lain. Siswa sekarang sudah lebih pandai dalam menyikapi pengajaran, karena itu guru juga harus lebih mendahului start para siswanya. Kemajuan untuk mendapatkan informasi sudah mudah untuk didapat, menjadikan para siswa lebih peka.
Kata-kata bahasa Indonesia banyak sekali menggunakan bahasa asing, misalnya kursi (dari bahasa Arab), meja (dari bahasa Portugal) dll.Banyak wacana yang menyelipkan bahasa asing (kebanyakan bahasa Inggris) untuk melengkapi kalimat atau untuk menyebutkan suatu pembahasan tertentu. Adakalanya guru harus menerangkan kata-kata tersebut yang mungkin tidak diketahui oleh para siswa.
Para siswa menganggap guru sebagai orang yang tahu dalam segala hal. Namun, ada siswa yang berfikir dan berkata “Guru memang tahu karena guru gudang ilmu bagi siswanya, tetapi masih meragukannya”. Karena siswa tersebut mencoba menelaah bahwa seorang guru hanya memahami salah satu bidang mata pelajaran yang beliau ajarkan, hal tersebut didasarkan pada pengalaman mengajar seorang guru. Pengalaman mengajar yang lama dan siswa yang berganti – berganti membuat guru mudah untuk mengulangnya kembali. Guru tidaklah harus memaksa siswa untuk memahami pengajarannya secara intens maupun memarahi, karena mereka harus belajar dan memahami pengajaran lain yang jauh lebih rumit. Seorang guru bahasa Indonesia pun mengakui kebingungan jika berhubungan dengan mata pelajaran lain (khususnya bahasa inggris dalam konteks ini).
Asumsi siswa diatas haruslah ditepis bersama – sama. Melihat ini, tidaklah harus memaksa ataupun ambisius untuk mempelajarinya. Memahami pengajaran lain memerlukan suatu bimbingan atau latihan berfikir. Menganggap ini bukan sebuah sindiran, melainkan sebuah tantangan yang harus dikerjakan. Seharusnya, hal hal ini menggugah jiwa seorang guru yang terlanjur dianggap orang yang lebih bisa di tengah – tengah masyarakat.
Hargailah sebuah kritikan, dengan dikritik/disanggah berarti kita di pedulikan/ diperhatikan !
Saya belajar, Anda belajar, kita sama – sama belajar !
Saya belajar, Anda belajar, kita sama – sama belajar !
Wise word
Time lost cannot be recalled

Tidak ada komentar:
Posting Komentar