Sabtu, 22 Januari 2011

PENDIDIKAN



ANALISIS TEORI  MINDFUL LEARNING
Oleh Danang mahmudi ( semt. Va / 08.422719)


                                                                                                      
      Teori ini mencoba untuk membuat kesadaran tentang pola pikir pendidik yang menggunakan cara-cara tradisional sebagai satu acuan yang tak terpatahkan. Materi ini digunakan untuk mencapai suatu pembelajaran yang baru atau mengadakan perubahan yang menyimpang dalam hal menumbuhkan kesuksesan di masa depan. Metode – metode tradisional masih menggunakan ungkapan lama sebagai suatu hal yang tepat untuk digunakan. Padahal unkapan tersebut merupakan suatumitos yang belum tentu tentang kepastiannya. Sebagai gantinya metode- metode tradisional hanya akan menghasilkan tingkah laku yang ceroboh.
      Oleh karena itu, metode tradisional cenderung membuat orang memahami sesuatu dalam satu patokan saja dan patokan tersebut dianggapnya sebagai suatu kebenaran. Misalnya saja ungkapan ini, / berakit-rakit ke hulu / berenang –renang ketepian/ bersakit-sakit dahulu /bersenang- senang kemudian/, itu merupakan teori tradisional yang masih dipakai sampai sekarang. Sedangkan pada teori mindful learning akan dijabarkan sebagai berikut: kita harus memastikan kesenangan itu di dapat, karena bukan berarti kita harus bersakit –sakit dahulu. Bagaimana kalau kita akan terus sakit- sakitan dan bertahan dalam satu level yang sama. Karena itu kita akan terus menetap dalam satu pekerjaan yang hanya menghasilkan hal yang sama- sama saja. Maka tidak akan ada perubahan / keberhasilan yang dicapai.
      Di pembelajaran inilah mitos itu akan dipatahkan, sehingga akan terjadi perubahan yang baru. Teori mindful learning inijauh lebih efisien dan kondisional dan ternyata memang membantu dalam proses belajar. Karena dapat memunculkan belajar yang menyenangkan dan keberhasilan bagi peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari konsep tersebut :
  1. Belajar ini menciptakan kategori baru, maksudnya menciptakan tanda- tanda baru atau pemahan baru mengenai sesuatu yang belum kita ketahui.
  2. Belajar ini menerapkan adanya keterbukaan informasi, maksudnya jangan apa yang sudah kita ketahui, kita hafalkan dan kita dipelajari itu menjadi sesuatu yang paling benar dengan kata lain kita harus menerima suatu konsep/ pemahaman yang baru atau lebih tepat lagi.
  3. Belajar ini juga menganjurkan adanya suatu kesadaran yang implisit yaitu adanya prespektifyang lebih dari satu maksudnya, apabila kita hanya memahami satu pedoman saja yang digunakan dan apapun itu yang digunakan  menjadi yang terbaik, maka terlihat tida berkembang dan akan berhenti digaris  start.
  4. Adanya masa kini, memahamipembelajaran di masa sekarang, untuk mempelajari hal tersebut sehingga dapat dimanfaatkan di masa mendatang.


                                                                   

6 komentar:

  1. teori belajar yang menarik karena dalam sistem ini lebih memberi tantangan tersendri, memberi pandangan kedepan, untuk tidak menyerah..
    tapi ditengah masyarakt kita yang penuh ketidak percayaan diri ini dapatkah teori tersebut benar2 bisa diteriam oleh masyarakat?

    BalasHapus
  2. tentu bisa diterima, karena hanya orang - orang yang berilmu dan mau berkembang yang bisa menerapkan teori ini. pada dasarnya teori ini menumbuhkan jiwa sukses pada setiap orang tidak hanya dari kalalngan perndidikan. teori ini dapat menggugah orang untuk lebih kreatif dalam menanggapi kejenuhan atau sistem lupa dalam belajar.

    thanks !!!!

    BalasHapus
  3. tapi sayang bangsa kita masih jauh dari kriteria untuk dapat memiliki bngsa yang penduduknya berilmu dan mau berkembang. buktinya bangsa ini lebih asyik mengorek borok bngsa sendiri ketimbang mencipatkan penemuan-penemuan baru yang lebih ilmiah dan memiliki pandangan jauh kedepan terhadap masa depan bangsa. ketidak jujuran, egois dan iri hati masih melekat kental. mengapa kita tidak seperti negara lain yang lebih maju (amerika, jepang, china?
    sekarang permasalahnya bagaimana kita menanamkan metode tersebut jika masyaraknya masih demikian?

    BalasHapus
  4. sebenarnya bangsa kita ini sdah berkembang sejak lama, dan banyak sekali pemuda- pemuda yang berhasil menemukan sebuah karya yang membanggakan bangsa seperti cerdas cermat atau penemuan yang sampai tingkat internasional.tp yang dinformasikan atau masyarakat lebih tertarik dengan hal2 yg berhubungan dg fenomena alam atau peristiwa korupsi dll.tolong jangan pesimis seperti itu, krn jelas bangsa berkembang berbeda jauh dengan bangsa maju, dari letak geografis dan ekonomi saja sdah menandakan ketidaksaman itu apalagi tingkat pengetahuan dan penduduknya.
    kembali lagi ke teori dalam masyarakat lebih meyakini belajar terus akan pintar, tapi teori ini membantah dengan aspek membuang kejenuhan yaitu menyelingi belajar dengan bermain atau memunculkan suatu analisis baru untuk menciptakan kondisi baru.

    thanks atas partisipasinya !

    BalasHapus
  5. argumen yang menrik..
    berarti metode belajar semacam ini lebih tepat diterapkan untuk anak SD atau SMP ???

    BalasHapus
  6. metode ini bisa digunakan untuk semua umur, perlu digaris bawahi bermain disini maksudya seperti mengubah suatu pekerjaan manjadi permainan dan sebaliknya. misalnya saja orang yang menganggap bermain bola mengasyikan hanya sebatas permainan tetapi sekarang dianggap sebagai pekerjaan.karena sesuatu yang sulit itu hadir dari mindset kita sehingga kita akan menghadirkan mindful yang sulit juga. karena itu kita harus membuang akan pola kesadaran atas kebosanan.

    BalasHapus