TEKS
MORAL/FABEL
A. Teks Moral
Secara etimologis fabel berasal dari bahasa latin fabulat. Cerita fabel merupaka cerita
tentang kehidupan binatang yang berprilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk
jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Cerita fabel sering
disebut juga cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan
erat dengan moral.
Struktur teks fabel:
1.
Orientasi
Bagian yang menunjukkan bagian awal kejadian cerita atau latar belakang
bagaimana peristiwa itu terjadi, berisi pengenalan latar cerita berkaitan
dengan waktu, ruang dan suasana terjadinya peristiwa.
2.
Komplikasi
Peristiwa di dalam cerita yang memperkenalkan konflik
3.
Resolusi
Solusi dari berbagai konflik yang dialami tokoh
4.
Koda
Perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari
cerita.
Cirri-ciri umum dan karakteristik fabel:
1.
Menggunakan tokoh hewan dalam penceritaannya
2.
Hewan yang sebagai tokoh utama dapat berprilaku
seperti manusia
3.
Menunjukkan penggambaran moral/unsur moral dan
karakter manusia dan kritik tentang kehidupan di dalam cerita.
4.
Penceritaaan yang pendek.
5.
Menggunakan pilihan kata yang mudah.
6.
Dalam cerita fabel, paling baik yang diceritakan
adalah antara karakter manusia yang lemah dan kuat.
7.
Menggunakan setting alam
Fungsi teks cerita moral
1.
Memberikan nilai-nilai moral
2.
Merangsang imajinasi dan kreativitas
3.
Mengembangkan emosi
Kaidah kebahasaan teks fabel
1.
Menggunakan kata kerja
2.
Menggunakan kata sandang Si dan Sang
3.
Menggunakan kata keterangan tempat dan waktu
4.
Menggunakan kata hubung lalu, kemudian akhirnya
Tayangan media pembelajaran:
B. Membedakan
Teks Fabel dengan Teks Deskripsi
Untuk membedakan teks biografi dengan
teks fabel dapat dilihat dari segi: Struktur
teks dan Fitur bahasa.
1. Struktur teks biografi dan
struktur teks fabel
-
Struktur
teks fabel meliputi orientasi (pengenalan tokoh/ binatang), komplikasi
(munculnya masalah), resolusi (pemecahan masalah) dan koda (bagian akhir/
amanat).
-
Struktur
teks deskripsi meliputi identifikasi (berisi ciri, benda, tanda, dan sebagainya
yang ada di dalam teks tersebut), klasifikasi (berisi pengelompokan menurut
jenis, kelompok dsb), deskripsi bagian (berisi tentang gambaran-gambaran bagian
did lam teks tersebut)
2. Fitur bahasa
-
Teks
deskripsi menggunakan fitur bahasa factual yang bararti sesuai dengan
kenyataan.
-
Teks
fabel menggunakan fitur bahasa dalam kehidupan sehari-hari yang berarti bersifat
imajinatif atau khayalan.
C. Menyusun
Teks Fabel
Langkah-langkah menyusun teks :
1.
Menentukan
tokoh
2.
Menentukan
sifat atau karakter sesuai dengan tokoh yang dipilih
3.
Membuat
kerangka pertanyaan
4.
Mengembangkan
dalam bentuk ide pokok
5.
Menyusun
seseuai struktur teksnya
D. Mengklasifikasikan
Teks Fabel
Berdasarkan jenisnya dibagi menjadi 2 yaitu: Teks fabel fantasi dan Teks fabel
fiksi ilmiah
1. fabel
fantasi panjang ceritanya sangat pendek. sedangkan fabel fiksi ilmiah bisa
pendek dan juga bisa panjang.
2. fabel
fantasi temanya sederhana (yaitu bertema : kejahatan selalu kalah melawan
kebaikan). sedangkan fabel fiksi ilmiah temanya lebih rumit (bisa bertema
teknologi atau modern)
3. isi dari fabel fantasi sangat kental dengan
petuah atau moral. sedangkan fabel fiksi ilmiah kadang berbentuk epik atau
saga. yaitu tentang kepahlawanan.
4. pada
fabel fantasi, sifat hewani masih melekat. meskipun kadang kadang ada yang
melakukan hal yang dilakukan manusia (misalnya : bicara, dll). sedangkan fabel
fiksi ilmiah memiliki karakter yang unik dari masing masing tokoh. meskipun
dalam cerita masih berperan sebagai binatang (misalnya : bekerja, dll)
5. latar
tempat yang dipakai masih alami (habitatnya masih alami. seperti hutan, taman,
kebun, dll). sedangkan fabel fiksi ilmiah menggunakan latar tempat yang unik
dan modern. seperti kantor, mall, pasar, dll.
6. pada fabel fantasi penggunaan bahasanya
menggunakan bahasa POPULER. yaitu bahasa yang sudah beredar di kalangan umum.
sedangkan pada fabel fiksi ilmiah penggunaan bahasanya menggunakan bahasa
KAJIAN. yaitu penggunaan bahasa sesuai istilah istilah tertentu (seperti
penggunaan istilah teknologi modern yang banyak dipakai pada teks fabel fiksi
ilmiah).
7. menurut
pengertiannya, fabel fantasi adalah cerita khayalan yang murni dari pemikiran
seseorang. sedangkan fabel fiksi ilmiah adalah cerita khayalan yang dibuat
dengan memperhatikan hipotesis dan melalui penelitian.
8. ada
fabel fantasi menggunakan alur yang tertutup ( penyelesaian masalah sudah
disediakan oleh pengarang). sedangkan fabel fiksi ilmiah menggunakan alur
terbuka ( pembaca dapat menciptakan penyelesaian masalah dengan
kekreatifannya).
9. fabel
fantasi biasa disebut "FABEL LAMA" atau "FABEL (saja)".
sedangkan fabel fiksi ilmiah biasa disebut dengan sebutan "FABEL
BARU"
10. Pada
fabel fantasi pengilustrasian hewan hanya pada sifatnya (misalnya : ular yang
serakah, kupu kupu yang malas, dll). sedangkan fabel fiksi ilmiah hewan
diilustrasikan semirip miripnya dengan manusia (misalnya : tikus punya rumah,
katak naik mobil, dll)
11. pada fabel fantasi kebanyakan nama pengarang
tidak dicantumkan. sedangkan pada fabel fiksi ilmiah nama pengarang tidak
diikut sertakan.
E. Menelaah
dan Merevisi Teks fabel
1. Menelaah unsur kebahasaan teks fabel
dengan cara mencari dan mendata unsur kebahasaan yang ada pada teks fabel yang
sudah disediakan.
2. Merevisi
Yaitu
memperbaiki penggunaan huruf katipal dan kata hubung pada teks biografi yang
disediakan dan menyusun kembali teks dengan benar.
F. Mengidentifikasi
Kekurangan Teks Fabel
Mencari kekurangan teks fabel dapat dilihat dari
segi:
1.
Struktur
teks
2.
Penggunaan
ejaan pada teks
3.
Isi
teks
4.
Penggunaan
bahasa pada teks
G. Meringkas
Teks Fabel
Langkah-langkah meringkas meliputi:
1.
Membaca
teks secara keseluruhan dari awal sampai akhir.
2.
Menggarisbawahi
kata atau kalimat yang penting pada teks
3.
Menentukan
ide pokok setiap paragraf pada teks
4.
Menuliskan
pada potongan kertas agar mudah diingat
5.
Menulis
ringkasan menjadi sebuah narasi
TEKS
BIOGRAFI
A.
Teks Biografi
Teks
biograaafi (biography) merupakan teks yang mengisahkan
tokoh atau pelaku, peristiwa, dan
masalah yang dihadapinya. Biografi merupakan riwayat hidup seseorang atau tokoh
yang ditulis oleh orang lain. Akan tetapi, jika riwayat hidup seseorang ditulis
sendiri oleh orang tersebut, hasilnya disebut autobiografi
Ciri-ciri Teks Biografi:
1. Strukturnya terdiri atas: Orientasi, Peristiwa/ Masalah, dan Reorientasi.
2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual) dalam bentuk narasi.
3. Faktualnya berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang patut
1. Strukturnya terdiri atas: Orientasi, Peristiwa/ Masalah, dan Reorientasi.
2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual) dalam bentuk narasi.
3. Faktualnya berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang patut
diteladani.
Agar memudahkan kamu memahami teks
biografi, ada empat hal yang harus kamu cermati, yaitu:
(1) judul
biografi,
(2) hal
menarik dan mengesankan yang ditampilkan dalam kehidupan tokoh,
(3) hal
mengagumkan dan mengharukan yang muncul dalam kehidupan tokoh, dan
(4) hal
yang dapat dicontoh dari kehidupan tokoh.
Struktur
teks biografi :
1.
Orientasi
Bagian pengenalan tokoh,
berisi gambaran awal tentang tokoh atau pelaku di dalam teks biografi
2.
Peristiwa dan Masalah
Bagian peristiwa atau
kejadian yang dialami tokoh. Berisi peristiwa atau kejadian berisi penjelasan
yang berisi peristiwa-peristiwa yang terjadi atau pernah dialami oleh tokoh, termasuk masalah yang
dihadapinya dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. Hal yang menarik,
mengesankan, mengagumkan, dan mengharukan yang dialami tokoh juga diuraikan
dalam bagian peristiwa.
3.
Reorientasi
Bagian penutup, berisi pandangan penulis terhadap
tokoh yang diceritakan. Reorientasi bersifat opsional, boleh ada, boleh juga
tidak ada.
Unsur
kebahasaan teks biografi :
1. Kata Hubung
2. Merujuk Kata
3. Kata Kerja
4. Waktu, aktivitas dan tempat
Keterangan :
1. KATA HUBUNG
Kata hubung atau kata
sambung sering juga disebut dengan konjungsi, yaitu kata yang berfungsi
sebagai penghubung antara satu kata dan kata lain dalam satu kalimat. Selain itu,
kata hubung juga berfungsi untuk mengubungkan satu kalimat dengan kalimat yang
lain.
a.
Konjungsi intrakalimat
Jika kata hubung tersebut berfungsi sebagai penghubung kata dalam satu
kalimat. Misalnya
: dan, tetapi, lalu, kemudian.
Kata hubung
intrakalimat dibedakan menjadi 3, yaitu:
1.
Kata hubung koordinatif
digunakan untuk
menghubungkan dua unsur atau lebih
yang sama pentingnya.
Misalnya dan, serta, tetapi.
2.
Kata hubung korelatif
digunakan untuk
menghubungkan dua kata atau frasa yang memiliki status yang sama, biasanya
dipisahkan oleh salah satu kata atau frasa.
Misalnya : baik… maupun…,
tidak hanya …, tetapi juga….
3.
Kata
hubung subordinatif
digunakan untuk menghubungan
dua kata atau frasa yang tidak memiliki status yang sama.
Misalnya : setelah, agar,
sehingga, karena
b.
konjungsi
antarkalimat
jika kata hubung tersebut berfungsi menghubungkan
kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. misalnya ; akan tetapi, meskipun
demikian, oleh karena itu.
Makna Kata
Hubung :
1.
Bermakna hubungan ‘penambahan’
misalnya : dan
2.
Bermakna ‘pertentangan
misalnya
: meskipun demikin, akan tetapi,
3.
Bermakna ‘kelanjutan’
misalnya : kemudian
2. MERUJUK KATA
Perhatikan contoh berikut :
Perjalanan hidup Ki Hajar Dewantara benar-benar ditandai
dengan perjuangan dan pengabdian pada kepentingan bangsa dan negaranya.
Contoh
kalimat di atas memperlihatkan –nya pada kata negaranya, -nya merujuk pada Ki
Hajar Dewantara.
3. KATA KERJA
Kata kerja merupakan kata yang
berupa tindakan.
Contoh: lari, membawa, melanjutkan,
berlalu dll
4. WAKTU, AKTIVITAS DAN TEMPAT
Perhatikan contoh berikut:
Ki Hajar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar
di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA
(Sekolah Dokter Bumiputera).
1.
Kata-kata yang menunjukkan waktu adalah setelah
menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda)
2.
Kata-kata
yang menunjukkan aktivitas/ peristiwa adalah melanjutkan pendidikannya
3.
Kata-kata
yang menunjukkan tempat adalah STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera)
B. Membedakan
Teks Biografi dengan Teks Fabel
Untuk
membedakan teks biografi dengan teks fabel dapat dilihat dari segi: Struktur teks dan Fitur bahasa.
1. Struktur teks biografi dan
struktur teks fabel
-
Struktur
teks biografi meliputi orientasi (pengenalan tokoh/ manusia), masalah dan
peristiwa (berisi perjalanan hidup tokoh berserta masalah yang dihadapi) dan
reorientasi (kesimpulan atau pendapat penulis)
-
Struktur
teks fabel meliputi orientasi (pengenalan tokoh/ binatang), komplikasi
(munculnya masalah), resolusi (pemecahan masalah) dan koda (bagian akhir/
amanat).
2. Fitur bahasa
-
Teks
biografi menggunakan fitur bahasa factual yang bararti sesuai dengan kenyataan.
-
Teks
fabel menggunakan fitur bahasa dalam kehidupan sehari-hari yang berarti
bersifat imajinatif atau khayalan.
C. Menyusun
Teks Biografi
Langkah-langkah menyusun teks :
1.
Menentukan
judul
2.
Menentukan
tokoh
3.
Mencermati
prestasi dan keteladanan tokoh yang dipilih
4.
Membuat
kerangka pertanyaan
5.
Mengembangkan
dalam bentuk ide pokok
6.
Menyusun
seseuai struktur teksnya
D. Mengklasifikasikan
Teks Biografi
Berdasarkan penulisnya dibagi menjadi 2 yaitu:
1.
Teks
biografi
Yaitu
riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.
Contoh:
Menulis biografi seorang pahlawan, guru, dll
Cara
menyusun disesuaikan dengan struktur teks biografi.
2.
Teks
autobiografi
Yaitu
riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh diri sendiri.
Contoh:
Menulis kisah diri sendiri.
Cara
menyusun dengan disediakan format pengisin data diri.
E. Menelaah
dan Merevisi Teks Biografi
1.
Menelaah
unsur kebahasaan teks biografi dengan cara mencari dan mendata unsur kebahasaan
yang ada pada teks biografi yang sudah disediakan.
2.
Merevisi
Yaitu memperbaiki penggunaan huruf katipal dan
kata hubung pada teks biografi yang disediakan
dan menyusun kembali teks dengan benar.
F. Mengidentifikasi
Kekurangan Teks Biografi
Mencari kekurangan teks biografi dapat dilihat dari
segi:
1.
Struktur
teks
2.
Penggunaan
ejaan pada teks
3.
Isi
teks
4.
Penggunaan
bahasa pada teks
G. Meringkas
Teks Biografi
Langkah-langkah meringkas meliputi:
1. Membaca teks secara keseluruhan
dari awal sampai akhir.
2. Menggarisbawahi kata atau kalimat
yang penting pada teks
3. Menentukan ide pokok setiap
paragraf pada teks
4. Menuliskan pada potongan kertas
agar mudah diingat
5. Menulis ringkasan menjadi sebuah
narasi
TEKS PROSEDUR (PROCEDURE)
Teks prosedur merupakan teks yang berisi tujuan dan
langkah-langkah yang harus diikuti agar suatu pekerjaan dapat dilakukan.
Contoh :
Cara membuat Kue Muffin Cokelat
Bahan :
3 butir telur
50 cc air
200 cc minyak goreng
tepung Pondan Muffin Cokelat
Petunjuk penyajian :
1. Panaskan oven (200⁰C)
2. Campurkan tepung Pondan Muffin Cokelat dengan telur, minyak sayur dan air
3. Kocok dengan mixer kecepatan rendah (nomor 1) selama kurang lebih ±3 menit
4. Masukkan adonan ke dalam cetakan Muffin yang sudah diberi cake up (kertas cetakan kue).
5. Panggang di dalam oven panas ±20 menit
6. Untuk mengetahui kue yang dipanggang sudah matang atau belum, tusuk bagian tengah kue dengan tusuk gigi lalu angkat. Bila tidak ada adonan yang menempel berarti kue sudah matang.
Contoh :
Cara membuat Kue Muffin Cokelat
Bahan :
3 butir telur
50 cc air
200 cc minyak goreng
tepung Pondan Muffin Cokelat
Petunjuk penyajian :
1. Panaskan oven (200⁰C)
2. Campurkan tepung Pondan Muffin Cokelat dengan telur, minyak sayur dan air
3. Kocok dengan mixer kecepatan rendah (nomor 1) selama kurang lebih ±3 menit
4. Masukkan adonan ke dalam cetakan Muffin yang sudah diberi cake up (kertas cetakan kue).
5. Panggang di dalam oven panas ±20 menit
6. Untuk mengetahui kue yang dipanggang sudah matang atau belum, tusuk bagian tengah kue dengan tusuk gigi lalu angkat. Bila tidak ada adonan yang menempel berarti kue sudah matang.
Struktur Teks Prosedur :
1. Tujuan
2. Langkah-langkah
Memahami Unsur Kebahasaan Teks
Prosedur :
1. kata berantonim
2. kata bersinonim
3. kata bilangan
4. kalimat perintah atau imperatif.
Kalimat perintah atau imperatif
adalah kalimat atau kata yang menyatakan larangan atau keharusan melakukan
suatu hal.
Contoh : Pertama, carilah dahan yang ukurannya
sedang, tidak terlalu besar atau terlalu kecil!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar