Sabtu, 13 April 2013

Jawaban yang Tertunda


Infus Kehidupan

tersembunyi dalam setiap detik
Aku orang yang tak pernah merasakan keindahan saat menjalani hidup. Beribu-ribu kegiatan yang kulakukkan hanya mendapat kejutan yang tak terduga, yaitu sebuah pennyesalan dan perasaan ketidakadilan. Begitu banyak orang, kenapa harus aku yang mengalami kejadian-kejadian yang menguras pikiran ini? Padahal masih banyak jiwa manusia yang lebih buruk dari pada aku. Sudahlah, tolong!!! Jangan aku lagi!!! ku sudah merasa jenuh. Dari masalah yang ringan sampai yang berat membuatku tertekan oleh keadaan tersebut.
Berulang kali aku mencoba melepaskan diri, membiarkan semua, dan mencoba memahami semua ini sampai kubawa dengan senang hati dan senyuman. Namun, cara-cara itu hanya sebuah angin lalu. Sepertinya, hal tersebut sudah melekat dengan kehidupanku. Akankah ini menjadi suatu ketakutan yang luar biasa, pertanyaan itu menjadi anak panah yang siap meluncur mengejar masa depanku. Menghunus di jatung, meredupkan doa-doaku.
Kejadian itu membuat aku sadar dengan doa-doa yang kupanjatkan, doa yang terasa belum ada jawabannya. Berfikir dengan logika atau berfikir dengan hati, buatku sama saja. Karena jawaban itu tak akan datang. Kesalahan apa yang kuperbuat, sehingga aku harus menerima ini. Perbuatan apa yang membuatku terhambat pada keadaan ini. Disetiap pikiranku hanya ada pertanyaan-pertanyaan bodoh itu.
Sadar atau tidak sadar aku telah berdusta dengan doa-doa yang kupanjatkan. Aku meminta tetapi aku juga menodai permintaanku. Seharusnya kulepaskan semua atribut tercelaku, dan menanggapi serius permintaanku dengan hati dan usaha yang sungguh-sungguh. Yang menjadi pengobat atas rasa sakit ini adalah sebuah kata yang umum namun mampu menyembunyikan kesedihan orang,” nasib orang sudah diatur Tuhan.”
Kalimat itu memang benar, tetapi dari itu kadang aku berpikir sangat tak berdaya. Aku tak perlu berbuat apa-apa, karena aku sudah berdoa. Doa kepada Tuhan yang mengatur manusia, dari yang kecil sampai yang besar, serta semua yang ada di dunia ini. Tolonglah Tuhan, berikan aku keberanian yang mampu membuat diriku ini berharga dan mampu serta pantas untuk hidup di dunia ini, di alam semesta ini, dan di akhiratmu kelak.
Tak banyak dan tak muluk-muluk apa yang kuinginkan dan sebenarnya kubutuhkan. Aku hanya meminta tolonglah Tuhan berikan aku kekuatan untuk membantu keluarga, oarang lain dan siapapun apapun itu agar mereka bahagia saat disampingku, saat bersamaku.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar