Rabu, 27 April 2016

Jernihkan Hati



MUSLIM CERDAS PASTI BERILMU

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. “ (QS. Ibrahim: 7). 

Qur’an Surat Ibrahim menyadarkan betapa indahnya jika engkau bersyukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya. Sejatinya bersyukur adalah  jalan untuk mendekatkan diri pada Allah Swt bahwa Dia-lah yang memberi nikmat pada manusia. Dari sekian banyak nikmat Allah yang telah kita rasakan, ada satu  nikmat yang melandasi datangnya nikmat-nkmat yang lain, yaitu Ilmu. 

Sebab dengan ilmu, seseorang dapat memahami berbagai hal dan karena ilmu juga, seseorang akan mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah, juga kalangan manusia. Terutama jika disertai dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Baik dia seorang budak atau orang merdeka, seorang bawahan atau atasan, seorang rakyat jelata ataupun para raja. Sebagaimana yang disebutkan dalam firmannya,

“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian serta orang-orang yang menuntut ilmu beberapa derajat (Qs. Al Mujadalah: 11)

Dalil di atas  menegaskan bahwa orang yang berilmu dan mengamalkannya, maka kedudukannya akan diangkat oleh Allah di dunia dan akan dinaikkan derajatnya di akhirat. Allah ‘Azza wa Jalla menolak persamaan antara orang-orang yang memiliki ilmu dengan orang-orang yang tidak memiliki ilmu. Sebagaimana Dia menolak persamaan antara para penghuni Surga dengan para penghuni Neraka. Allah berfirman.

“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Qs. Az-Zumar: 9)

Ayat di atas berbentuk kalimat tanya, akan tetapi pada hakikatnya mengandung arti pengikaran. Karena orang yang berilmu dan orang yang tidak  berilmu , tidak akan pernah setara kedudukannya. Yang dapat memahami maksud tersebut, hanyalah orang yang cerdas, sehingga dapat mengetahui nilai ilmu, kedudukan dan keutamaannya.  

Ini menunjukkan tentang puncak dari keutamaan dan kemuliaan orang yang berilmu. Islam pun mendasari segala pelaksanaan syari’atnya atas dasar ilmu. Oleh karena itu, seorang Muslim tidak akan mungkin dapat menjalankan syari’at yang menghimpun ikhlas dan ittiba’ (beramal sejalan dengan petunjuk Nabi saw ) kecuali dengan ilmu. Karena tanpa ilmu, tidak ada amal yang akan diterima oleh  Allah Ta’ala. Dengan demikian, kita mengetahui bahwa ilmu menempati kedudukan yang amat muia, agung dan utama. 

Oleh karena itu, janganlah kita mengingkari keutamaan ilmu itu sendiri dengan tidak memanfaatkan waktu sehat dan waktu senggang dengan sebaik-baiknyauntuk menuntut ilmu. Semoga Allah menambahkan ilmu yang bermanfaat dan menjauhkan kita dari ilmu yang tidak bermanfaat dan tercela.
Allahu A’lam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar