MUSLIM CERDAS PASTI BERILMU
“Dan
(ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. “ (QS. Ibrahim: 7).
Qur’an
Surat Ibrahim menyadarkan betapa indahnya jika engkau bersyukur atas nikmat
yang telah diberikan-Nya. Sejatinya bersyukur adalah jalan untuk mendekatkan diri pada Allah Swt
bahwa Dia-lah yang memberi nikmat pada manusia. Dari sekian banyak nikmat Allah
yang telah kita rasakan, ada satu nikmat
yang melandasi datangnya nikmat-nkmat yang lain, yaitu Ilmu.
Sebab
dengan ilmu, seseorang dapat memahami berbagai hal dan karena ilmu juga,
seseorang akan mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah, juga
kalangan manusia. Terutama jika disertai dengan keimanan dan ketakwaan kepada
Allah ‘Azza wa Jalla. Baik dia seorang budak atau orang merdeka, seorang
bawahan atau atasan, seorang rakyat jelata ataupun para raja. Sebagaimana yang
disebutkan dalam firmannya,
“Allah
mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian serta orang-orang
yang menuntut ilmu beberapa derajat (Qs. Al Mujadalah: 11)
Dalil
di atas menegaskan bahwa orang yang
berilmu dan mengamalkannya, maka kedudukannya akan diangkat oleh Allah di dunia
dan akan dinaikkan derajatnya di akhirat. Allah ‘Azza wa Jalla menolak
persamaan antara orang-orang yang memiliki ilmu dengan orang-orang yang tidak
memiliki ilmu. Sebagaimana Dia menolak persamaan antara para penghuni Surga
dengan para penghuni Neraka. Allah berfirman.
“Katakanlah:
Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui?” (Qs. Az-Zumar: 9)
Ayat
di atas berbentuk kalimat tanya, akan tetapi pada hakikatnya mengandung arti
pengikaran. Karena orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu , tidak akan pernah setara
kedudukannya. Yang dapat memahami maksud tersebut, hanyalah orang yang cerdas,
sehingga dapat mengetahui nilai ilmu, kedudukan dan keutamaannya.
Ini
menunjukkan tentang puncak dari keutamaan dan kemuliaan orang yang berilmu. Islam
pun mendasari segala pelaksanaan syari’atnya atas dasar ilmu. Oleh karena itu,
seorang Muslim tidak akan mungkin dapat menjalankan syari’at yang menghimpun
ikhlas dan ittiba’ (beramal sejalan
dengan petunjuk Nabi saw ) kecuali dengan ilmu. Karena tanpa ilmu, tidak ada
amal yang akan diterima oleh Allah Ta’ala. Dengan demikian, kita mengetahui
bahwa ilmu menempati kedudukan yang amat muia, agung dan utama.
Oleh
karena itu, janganlah kita mengingkari keutamaan ilmu itu sendiri dengan tidak memanfaatkan
waktu sehat dan waktu senggang dengan sebaik-baiknyauntuk menuntut ilmu. Semoga
Allah menambahkan ilmu yang bermanfaat dan menjauhkan kita dari ilmu yang tidak
bermanfaat dan tercela.
Allahu
A’lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar